Referensi Harga CPO Naik Namun Biji Kakao Turun, BK CPO US$ 200/MT dan Biji Kakao 5%

Referensi Harga CPO Naik Namun Biji Kakao Turun, BK CPO US$ 200/MT dan Biji Kakao 5%
Agricom.id

01 December 2021 , 06:54 WIB

Agricom.id, JAKARTA – Harga  referensi produk crude  palm  oil (CPO)  untuk  penetapan  bea keluar  (BK)  periode  Desember 2021  adalah US$ 1.365,99/MT.  Harga  referensi  tersebut  meningkat  US$  82,61  atau  6,44  persen  dari  periode  November  2021,  yaitu  sebesar  US$

1.283,38/MT. Penetapan ini tercantum  dalam  Peraturan  Menteri  Perdagangan Nomor 68 Tahun 2021    tentang Penetapan  Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.

“Saat ini harga   referensi   CPO   telah jauh melampaui threshold US$ 750/MT. Untuk   itu,  pemerintah mengenakan BK CPO sebesar US$ 200/MT untuk periode Desember 2021,” kata Plt. Direktur  Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana, dalam keteranga tertulis diterima Agricom.id.

BK CPO untuk Desember 2021 merujuk pada Kolom 12 Lampiran I Huruf C Peraturan Menteri Keuangan   No.166/PMK.010/2020 sebesar US$ 200/MT. Nilai tersebut tidak berubah dari BK CPO untuk periode November 2021.

Sementara itu, harga referensi biji kakao pada Desember 2021 sebesar US$ 2.527,31/MT menurun   4,35   persen  atau  US$  114,81  dari  bulan  sebelumnya,   yaitu   sebesar   US$ 2.642,12/MT. Hal ini berdampak  pada penurunan HPE biji kakao pada Desember 2021 menjadi US$ 2.239/MT, menurun sebesar 4,76 persen atau US$ 111,85 dari periode sebelumnya, yaitu sebesar US$ 2.351/MT.

Peningkatan harga referensi CPO dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain masih tingginya permintaan CPO dan meningkatnya konsumsi setelah pemulihan ekonomi Tiongkok dan peningkatan harga minyak bumi, sehingga terjadi peralihan ke biofuel.

Faktor lainnya adalah menguatnya kurs dolar terhadap poundsterling. Selain itu, Malaysia sebagai negara produsen kedua terbesar CPO mengalami penurunan produksi yang cukup signifikan akibat kurangnya tenaga kerja terutama pemanen.

Sementara itu, penurunan harga referensi dan HPE biji kakao dipengaruhi peningkatan produksi kakao dan menguatnya kurs dolar terhadap poundsterling. Namun demikian, peningkatan ini tidak berdampak pada BK biji kakao, yaitu tetap 5 persen. Hal tersebut   tercantum   pada   Kolom   2   Lampiran   I   Huruf   B   Peraturan   Menteri   Keuangan  No. 166/PMK.010/2020. (A2)


TOP