Kontribusi Sawit Meningkat Selama Pandemi, Sebut Menkeu Sri Mulyani pada IPOC 2021

Kontribusi Sawit Meningkat Selama Pandemi, Sebut Menkeu Sri Mulyani pada IPOC 2021
Dok. Agricom

01 December 2021 , 06:08 WIB

Agricom.id, JAKARTA - Selama masa Pandemi Covid 19, adanya peningkatan harga komoditas termasuk minyak sawit telah mendorong pertumbuhan penerimaan pajak negara dari ekspor minyak sawit (BK/Bea Keluar) dan Pungutan Ekspor (Leavy) yang signifikan. Sebab itu, pemerintah RI mengapresiasi adanya peningkatan pendapatan pemerintah dari kinerja ekspor minyak sawit.

Minyak sawit tidak hanya penting bagi minyak makanan tetapi juga penting bagi kemandirian energi bangsa, untuk dijadikan renewable energy.

"Pemenuhan kebutuhan minyak makanan dari minyak sawit sangat penting dan kemandirian energi bangsa Indonesia juga dibutuhkan, " ujar Sri Mulyani menjelaskan, saat pidato pembukaan pada acara 17th  Indonesian Palm Oil Conference and 2022 Price Outlook (IPOC 2021), yang dihadiri Agricom.id, Rabu (1/12/2021).

Keberadaan minyak sawit di pasar global termasuk Indonesia terus berkembang, tidak hanya memenuhi kebutuhan minyak makanan dari minyak goreng sawit hingga minyak specialty fats, tapi juga dapat membantu ketersediaan minyak bio energi yang ramah lingkungan.

"Strategi menumbuhkan industri hilir minyak sawit di Indonesia menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan minyak makanan dan non makanan" Tandas Sri Mulyani menegaskan. (A1)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP