Harga Minyak Sawit Bakal Berfluktuasi Paska Ramadhan 2022

Harga Minyak Sawit Bakal Berfluktuasi Paska Ramadhan 2022
Dok. Agricom

02 December 2021 , 06:58 WIB

Agricom.id, JAKARTA –Direktur Godrej Internasional, Dorab Mistry memprediksi, produksi minyak sawit Malsysia sampai akhir 2021 sepertinya akan lebih rendah menjadi 18 juta ton, dibanding tahun 2020 lalu yang mencapai 19 juta ton.

Namun produksi minyak sawit Malaysia di 2022 diperkirakan akan lebih baik dan akan mencapai 19 juta ton, kondisi ini lantaran ada upaya pemerintah Malaysia yang akan mendatangkan pekerja asing untuk perkebunan kelapa sawit sebanyak 35 ribu orang. “Sementara untuk produksi minyak sawit Indonesia diperkirakan akan ada kenaikan sekitar 1 juta ton di 2022,” katanya  pada 17th Indonesian Palm Oil Conference and 2022 Price Outlook, yang dihadiri Agricom.id, Kamis (2/12/2021).

Lebih lanjut kata Dorab, diperkirakan para pekerja tersebut hanya akan tiba di awal 2022 dan dampaknya baru akan terasa setelah perayanan Ramadhan atau pada akhir Mei 2022 dan seterusnya, pada saat itu harga minyak sawit akan mengalami fluktuasi.

Kata Dorab, faktor penting di 2022 yakni adalah mulai membaiknya produksi minyak sawit di Negara produsen, namu demikian bila ada hambatan dan hasil produksi tidak bisa tercapai maka akan ada kekurangan sekitar 2,5 juta ton minyak sawit, pada akhirnya akan membuat pasokan menjadi sangat ketat sampai pertengahan tahun 2022.

“Lantas selain faktor produksi, harga minyak sawit juga akan ditentukan oleh faktor produksi kedelai di AS,” katanya.

Untuk lima bulan kedepan, pasokan dan permintaan akan terus meningkat, dengan tingkat harga yang tinggi seperti saat ini, volatilitas harga minyak sawit juga tercatat akan tinggi. “Produksi minyak sawit di Malaysia hanya akan pulihkan paska Ramadhan 2022, dan harga minyak sawit akan banyak tergantung pada tanaman kedelai,” tandas dia. (A1)

 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP