Teknologi Kunci Pembangunan Pertanian di 2022

Teknologi Kunci Pembangunan Pertanian di 2022
Agricom.id

03 January 2022 , 06:44 WIB

Agricom.id, BOGOR - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyebut di tahun 2022 inovasi dan teknologi menjadi kunci pembangunan pertanian di Indonesia. Ia menyebut sistem dan alat pertanian modern berbasis teknologi akan  menjadi salah satu penentu tercapainya target produksi pangan dimasa mendatang. 
 
“Pertanian tidak mungkin tanpa teknologi, tidak mungkin tanpa inovasi, pertanian harus bisa beradaptasi agar mampu mencapai target - target yang ada, kedepan perubahan iklim juga menjadi tantangan, dan kita tidak bisa menjawab tantangan ini tanpa teknologi” jelasnya saat menghadiri Pertemuan Evaluasi Hasil Pembangunan Prasarana dan Sarana Pertanian di Sentul - Bogor. 
 
Syahrul mengungkapkan cara - cara baru seperti penggunaan mekanisasi pertanian, traktor tanpa awak, drone, robot tanam padi, dan teknologi digital lain berbasis Artificial Intellegence (AI) dan Internet of Thing (IoT), akan menjadi arah kebijakan pembangunan pertanian, dan mendorong sektor ini agar mampu bersaing hingga memenangkan persaingan di kancah global. 
 
“Kekayaan alam yang dimiliki Indonesia sungguh luar biasa, mulai dari air, matahari, hingga tanahnya yang subur, saya optimis jika pertanian kita diurus dengan baik, kita pasti bisa masuk 10 besar negara terbaik di dunia, saya yakin itu” tegas Syahrul dalam keteranga tertulis diterima Agricom.id
 
Dikesempatan yang sama, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP), Ali Jamil mengapresiasi semua pihak hingga level daerah yang telah bersedia mendukung pelaksanaan kegiatan Direktorat Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP). Dilihat dari pagu anggaran Ditjen PSP di tahun 2022, aspek prasarana dan sarana pertanian masih menjadi prioritas dan aspek strategis dalam pembangunan pertanian kedepan. 
 
"Proporsi besaran anggaran yang dialokasikan kepada Ditjen PSP menunjukkan bahwa program penyediaan dan pengembangkan prasarana dan sarana pertanian masih menjadi prioritas utama pembangunan pertanian nasional ke depan," ujarnya.
 
Selain penandatanganan kerjasama dengan beberapa Stakeholder, kata Jamil, dikesemptan ini Kementan juga memberi penghargaan kepada Satuan Kerja, dan para Bupati yang mampu menetapkan Peraturan Daerah Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan  (LP2B) dan Stakholder terkait Kredit Usaha Rakyat (KUR), Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi /Kerbau (AUTSK).
 
“Ini merupakan apresiasi kepada daerah yang telah menetapkan LP2B, juga diberikan penghargaan atas kinerja Satker terbaik, penyerapan KUR, AUTP, AUTSK dan kepada BRI, Mandiri dan BNI sebagai penyalur KUR Pertanian," tutup Jamil. (A2)


TOP