Kemendag Jamin Stok Kedelai untuk Produksi Tahu dan Tempe Aman

Kemendag Jamin Stok Kedelai untuk Produksi Tahu dan Tempe Aman
Agricom.id

25 January 2022 , 06:17 WIB

Agricom.id, JAKARTA –   Direktur   Jenderal   Perdagangan   Dalam   Negeri   Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menegaskan, pemerintah menjamin stok kedelai saat ini cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan nasional, khususnya untuk produksi industri pengrajin tahu dan tempe. Hal ini ditegaskan Oke meskipun terdapat peningkatan harga kedelai dunia. 

“Kementerian  Perdagangan  bersama  seluruh  pelaku  usaha  kedelai  nasional  menjamin  harga kedelai tetap terjangkau dan stok kedelai cukup untuk memenuhi kebutuhan industri pengrajin tahu dan tempe nasional, meskipun harga kedelai dunia masih cukup tinggi,” tutur Oke dalam keterangan tertulis diterima Agricom.id.

Oke menjelaskan, peningkatan harga kedelai yang terjadi saat ini disinyalir merupakan dampak cuaca ekstrem yang terjadi di negara produsen kedelai, seperti Argentina dan Brasil. Selain itu, juga adanya rush pembelian kedelai asal Amerika Serikat oleh Tiongkok pascabadai Ida usai.

“Kami berharap kondisi peningkatan harga kedelai dampak cuaca ekstrem ini tidak berlangsung lama.  Hal  tersebut  mengingat  adanya  potensi  kenaikan  produksi  kedelai  dunia  dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” lanjut Oke.

Berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia pada minggu kedua Januari 2022 sekitar USD 13,77/bushels atau setara USD 505/ton naik dari kondisi minggu pertama Januari 2022  yaitu  USD  13,15/bushels  atau  setara  USD  483/ton.  Sehingga,  landed  price  diperkirakan berada di kisaran Rp8.500/kg dan harga di tingkat importir diperkirakan Rp9.300/kg.

Menurut informasi Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo), stok kedelai di tingkat importir anggota Akindo saat ini sekitar 400 ribu ton yang terdiri atas stok awal Januari 2022 sebanyak 150 ribu ton dan stok yang akan masuk di pertengahan Januari 2022 sebanyak 250 ribu ton. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar dua bulan mendatang.

Menurut Oke, Kementerian Perdagangan secara periodik akan terus memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia. Hal itu dilakukan untuk memastikan stabilitas harga kedelai di tingkat industri pengrajin tahu dan tempe, serta stabilitas harga di pasar rakyat.

“Kami mengimbau para importir kedelai untuk bersama-sama menjaga harga kedelai tetap terjangkau bagi para industri pengguna, khususnya para pengrajin tahu dan tempe. Sehingga, masyarakat tetap mendapatkan produk turunan kedelai dengan harga terjangkau,” pungkas Oke. (A2)


TOP