Wah Ternyata Popularitas Tingkatkan Harga Jual Minyak Sawit

Wah Ternyata Popularitas Tingkatkan Harga Jual Minyak Sawit
Agricom.id

30 April 2022 , 16:12 WIB

Agricom.id, JAKARTA - Kian populernya minyak sawit di pasar global minyak nabati, pula menyebabkan harga jual minyak sawit yang kian mahal. Seperti harga minyak goreng sawit yang sudah mencapai Rp. 25.000/liter. Di sisi lain, pergerakan harga jual minyak sawit, juga dialami minyak nabati lainnya, bahkan hampir semua produk konsumsi masyarakat, mengalami kenaikan harga jualnya.

Namun, mahalnya harga jual minyak goreng sawit menjadi cerita tersendiri. Lantaran tingginya kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia, telah menyebabkan adanya antrian emak-emak hampir di setiap kota saat membeli minyak goreng curah. Menurut Ketua KAINSTIPER, Priyanto PS, keberadaan kenaikan harga jual minyak goreng sawit terjadi di seluruh dunia, kendati adanya kenaikan harga minyak nabati termasuk minyak sawit di pasar global, tidak dapat diterima oleh konsumen Indonesia, yang mayoritas digunakan emak-emak untuk memasak.

Lantaran sebagai bagian dari sembilan bahan pokok (sembako), minyak goreng sawit telah digunakan sebagian besar masyarakat Indonesia untuk mengolah bahan makanannya. Sebab itulah, keberadaan minyak goreng sawit menjadi penting bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. “Minyak goreng sawit memiliki popularitas tinggi di masyarakat Indonesia, hampir semua makanan diolah menggunakan minyak goreng sawit dan turunannya,”ungkap Priyanto PS menjelaskan.

Sejalan dengan pesatnya kebutuhan masyarakat Indonesia dan dinamika nasional yang terjadi, KAINSTIPER menyatakan dukungan akan keputusan Presiden Jokowi yang melarang ekspor CPO dan Minyak goreng serta produk turunannya, sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Selain itu, KAINSTIPER juga mendorong adanya perbaikan tata kelola bisnis minyak sawit berkelanjutan di masa depan.

“Instruksi Presiden Jokowi untuk memenuhi pasokan minyak goreng curah bagi seluruh rakyat Indonesia harus kita dukung sebagai bagian dari tanggung jawab bersama”,kata Priyanto PS menjelaskan, lebih lanjut,”Kendati Presiden tidak menyebutkan batas waktunya, namun kecukupan pasokan minyak goreng curah harga Rp.14.000/liter bagi rakyat Indonesia, menjadi prioritas utama yang harus kita lakukan bersama”.

Imbuhnya, kerjasama para pelaku usaha minyak sawit nasional dari hulu hingga hilir dibutuhkan, supaya target pemenuhan pasokan minyak goreng curah bagi masyarakat luas bisa terpenuhi. Sebab itu, keterlibatan langsung para pelaku usaha dibutuhkan demi meningkatkan pasokan minyak goreng curah domestik, sehingga tidak terjadi lagi antrian panjang pembelian minyak goreng curah.

“Popularitas minyak sawit kian tinggi di dunia, jadi makin banyak konsumen global dari negara lain yang memilih menggunakan minyak sawit sebagai minyak makanan. Imbasnya, permintaan konsumen kian bertambah, sedangkan pasokan minyak sawit global, sebagian besar berasal dari Indonesia,”paparnya menjelaskan, lebih lanjut,”Dibutuhkan edukasi konsumen minyak sawit di Indonesia, supaya kejadian antrian emak-emak tidak terjadi lagi dikemudian hari”. (T2)


TOP