Pentingnya Edukasi Konsumen Minyak Goreng Sawit.

Pentingnya Edukasi Konsumen Minyak Goreng Sawit.
Agricom.id

30 April 2022 , 16:13 WIB

Agricom.id, JAKARTA - Menurut Ketua KAINSTIPER, Priyanto PS, masyarakat Indonesia harus lebih mengenal minyak sawit melalui edukasi yang dilakukan secara berkesinambungan. Sebagai wadah pendidikan perguruan tinggi, Instiper masih memikul tugas besar dalam mengedukasi masyarakat Indonesia pada umumnya dan peserta didik pada khususnya.

Edukasi mengenai apa itu minyak sawit, adanya fluktuasi harga jual dan sebagainya, perlu dilakukan kepada masyarakat luas, supaya konsumen dapat mengerti, apabila harga jual minyak goreng sawit mengalami peningkatan harga jual kembali di masa mendatang. Pasalnya, minyak sawit sebagai komoditas global, dibutuhkan banyak negara sebagai minyak makanan.

Pemberdayaan institusi pendidikan seperti Instiper bersama para alumninya, dapat melakukan edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan. “Institusi pendidikan harus terlibat langsung guna mengedukasi konsumen minyak goreng sawit, demi kemajuan usaha pertanian dan perkebunan di masa mendatang,” tutur Priyanto PS.                                                             

Adanya kerjasama erat antara pelaku usaha minyak sawit dari hulu hingga hilir dan edukasi konsumen minyak goreng secara berkelanjutan, akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan pertanian di era 5.0. “Mari bekerjasama membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia,”ujar Priyanto PS.  

KAINSTIPER juga berharap, pemenuhan pasokan minyak goreng curah domestik dapat segera terpenuhi, sehingga adanya larangan sementara ekspor dapat dicabut pula oleh Presiden Jokowi. “Jika minyak goreng curah telah mampu dipasok cukup oleh industri minyak goreng, maka pemerintah juga harus membantu dunia usaha, dengan mencabut regulasi yang melarang ekspor CPO dan produk turunannya,”jelas Priyanto PS menegaskan.

Imbuhnya, pemberlakuan larangan ekspor CPO dan minyak goreng tidak boleh berlangsung lama, karena dapat menghancurkan industri sawit nasional dan perekonomian masyarakat didaerah yang hidupnya bergantung dari perkebunan kelapa sawit. Tertutupnya pasar ekspor CPO dan minyak goreng akan menghancurkan tanaman kelapa sawit akibat tidak dipanennya Tandan Buah Segar (TBS) lantaran terbatasnya storage tank untuk menampung CPO. (T2)

 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP