Diharap Bantu Kerek Harga TBS Sawit Melalui Perpanjangan Penghentian Pungtan Ekspor

Diharap Bantu Kerek Harga TBS Sawit Melalui Perpanjangan Penghentian Pungtan Ekspor
Dok. Agricom

03 September 2022 , 06:20 WIB

Agricom.id, PALEMBANG - Sebagai penghasil devisa negara, harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani Sumatera Selatan tercatat setiap tahun terus menaik, misalnya saja tahun 2019 rata rata pertahun harga tandan buah segar (TBS) untuk umur 10-20 Rp. 1.369,82,-/kg,  tahun 2020 naik menjadi Rp. 1.717,81,-/kg sedangkan di tahun 2021 harga rata rata pertahun Rp. 2.502,13,-/kg

Sementara di tahun 2022 ini harga TBS sawit sempat diatas Rp. 4.000,-/Kg kemudian turun secara drastis karena persoalan harga minyak goreng di dalam negeri, namun setelah diambil beberapa kebijakan harga tandan buah segar (TBS) kembali meningkat, harga minyak goreng menurun sehingga mulai terasa dampaknya bagi warga Sumatera Selatan.

Diungkapkan, Analis PSP Ahli Madya Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Rudi Arpian, harga minyak goreng sawit curah di sejumlah pasar kota Palembang yang biasanya di jual rata rata Rp,18.000/liter kini sudah menunjukkan penurunan menjadi antara Rp. 14.000,- sampai Rp.15.000,-/liter, seperti di Pasar pasar Lemabang Rp. 14.000,-/liter dan di pasar Km 5 dijual Rp, 15.000,-/liter 

“Keputusan Pemerintah untuk memperpanjang tarif pungutan ekspor (PE) nol dolar AS untuk semua produk sawit hingga 31 Oktober 2022. Disambut baik tidak hanya bagi 105.962 Kepala Keluarga (KK) petani atau pekebun sawit di Sumatera Selatan, bahkan PKS dan eksportir CPO pun merasa senang karena harga TBS saat ini mulai membaik, sementara Stok Tangki timbun CPO  saat itu mulai normal kembali,” katanya melalui layanan Whatsapp group yang diperoleh Agricom.id, belum lama ini.

Untuk menjaga momentum ini pemerintah juga memutuskan untuk menambah alokasi biodiesel dari 10.151.018 kiloliter menjadi 11.025.064 kiloliter.

Kemudian, pembangunan pabrik minyak makan merah (3M), dukungan percepatan peningkatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), serta percepatan program peremajaan sawit rakyat (PSR).

Dengan perpanjangan waktu penundaan pungutan ekspor diharapkan kegiatan ekspor  berjalan normal. Dengan demikian harga TBS pun mulai terdongkrak naik. “Saat ini harga TBS Provinsi Sumatera Selatan sudah menyentuh harga Rp. 2.189,82.-/Kg dan di prediksi akan naik lagi di Periode I  bulan September ini,” tandas dia. (A2)

 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP