Diprediksi Harga Minyak Sawit RM 3.300-3.500 per Ton Untuk Seminggu Kedua September

Diprediksi Harga Minyak Sawit  RM 3.300-3.500 per Ton Untuk Seminggu Kedua September
Dok. Agricom

06 September 2022 , 06:29 WIB

Agricom.id,  KUALA LUMPUR – Harga miyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan akan diperdagangkan dengan sangat hati-hati minggu ini, yang diprediksi antara RM 3.300 per ton hingga RM 3.500 per ton, menyusul adanya kekhawatiran atas proyeksi kondisi ekonomi global yang suram.

Dikatakan Jim Teh dari Interband Group, beberapa pedagang di pasar fisik kemungkinan mundur  dari pasar lantaran adanya ketidakpastian global yang terus-menerus, termasuk penutupan kembali  beberapa kota di China untuk menahan penyebaran COVID-19.

Jim Teh memperkirakan persediaan CPO akan melimpah dari Malaysia dan Indonesia. Kondisi cuaca masih relatif mendukung perkebunan kelapa sawit untuk saat ini dan bisnis masih menguntungkan. “Namun kami pikir beberapa spekulan mungkin sedang istirahat di tengah lingkungan saat ini yang akan mempengaruhi harga di pasar Bursa berjangka,” katanya dilansir Bernama.

Lebih lanjut kata dia, beberapa para pedagang masih akan memantau perkembangan situasi ekonomi global dengan cermat.

Sementara Kepala Riset Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani memprediksi selama minggu ini minyak sawit mentah (CPO) akan diperdagangkan antara RM 3.600 per ton hingga RM 4.200 per ton, mengacu pada laporan Agustus yang diterbitkan Malaysian Palm Oil Board (MPOB), khususnya mengenai stok. "Termasuk memastikan situasi COVID-19 di China dan cuaca di Amerika Utara untuk melihat produski tanaman minyak nabati lainnya akan terus dimonitor" katanya seperti dilansir The Star.

Lantas, untuk minggu yang baru saja berakhir, CPO pada Bursa Berjangka Malaysia sebagian besar menunjukkan harga lebih rendah, dipengaruhi oleh kinerja pasar kedelai yang lebih lemah dan harga minyak mentah juga lemah. Pasar juga berhati-hati atas penutupan di beberapa kota di China karena COVID-19. (A2)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP