Cangkang Sawit Berupa Pallet Berkalori Setara Batu bara, Potensi Ekspor Terbuka

Cangkang Sawit Berupa Pallet Berkalori Setara Batu bara, Potensi Ekspor Terbuka
Agricom.id

03 October 2022 , 06:14 WIB

Agricom.id, JAKARTA -  Salah satu peluang investasi di sektor industri pengolahan cangkang sawit adalah produksi pellet (high-energy density biomass) yang dapat meningkatkan nilai kalori cangkang sawit menjadi setara dengan batu bara antrasit (6.100- 6.400 kcal per kg).

Untuk pengembangan industri pellet cangkang sawit ini masih terdapat tantangan penyediaan teknologi permesinan yang canggih, termasuk yang telah dan sedang dikembangkan oleh fabrikasi permesinan dari Jepang seperti Sumitomo, Mitsubishi, dan Ishikawajima Harima Heavy Industri.

Kemenperin melalui fasilitasi Atase Perindustrian KBRI Tokyo menginisiasi kegiatan forum bisnis di Tokyo. Kegiatan ini mempertemukan para pelaku usaha cangkang sawit yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia (APCASI) dengan Japan Biomass Power Association (BPA). Indonesia – Japan Business Forum on Sustainable Palm Oil Biomass Industry, terselenggara pada 26 September 2022 atas kolaborasi bersama Kementerian Perindustrian, ITPC Osaka, Atase

Kegiatan forum bisnis juga menargetkan beberapa perusahaan pengembang teknologi pengolahan lanjut biomassa di Jepang untuk lebih memahami potensi nilai ekonomi yang besar dari pengolahan cangkang sawit asal Indonesia. 

Kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Eko SA Cahyanto berharap, dari forum bisnis tersebut, akan terjalin penguatan kerja sama tekno-ekonomi di sektor industri energi terbarukan. Kerja sama tersebut merupakan salah satu implementasi dari Program Transisi Energi nasional, khususnya meningkatkan peran sektor industri pengguna energi untuk dapat memproduksi energi baru terbarukan dengan memanfaatkan produk samping perkebunan kelapa sawit.

Ketua Umum APCASI Dikki Ahmar mengemukakan, dalam hal aspek keberlanjutan produk kelapa sawit asal Indonesia, para pelaku usaha industri cangkang sawit telah menjalankan prinsip ramah lingkungan dan lestari berkelanjutan, termasuk juga membangun perekonomian masyarakat di daerah produsen cangkang sawit.

“Saat ini aspek keberlanjutan menjadi sangat penting karena semakin banyak negara pembeli produk hilir kelapa sawit, termasuk Cangkang Sawit, mensyaratkan sertifikasi keberlanjutan atas produk perkebunan kelapa sawit seperti RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil) dan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil),” tuturnya dalam keterangan resmi diterima agricom.id, Kamis (29/9/2022).

Pada rangkaian forum bisnis, telah dilakukan perjanjian kerja sama industri – perdagangan komoditas cangkang sawit, dengan total nilai kerja sama ekonomi sekitar USD135,2 juta per tahun, yang terdiri dari PT. Jatim Propertindo dengan Hanwa & N. Taiheyo Cement, PT. Eka Sapta Paramita Energi dengan Semec dan Iwatani, PT. Bersaudara Natural Energi dengan Thomas International. Co. Ltd dan  PTT Pacific, PT. Biomas Andalan Indonesia Baik dengan PTT Pacific, serta PT. Inti Persada dengan Thomas International Co. Ltd. (A2)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP