AGRICOM, JAKARTA – Harga karet alam di pasar berjangka Singapura menunjukkan penguatan tipis pada akhir pekan, Jumat (13/2/2026). Berdasarkan perdagangan di Singapore Exchange (SGX) Sicom, harga ditutup di level US Cent 192,5 per kilogram.
Dengan kurs Rp 16.742 per dolar AS, harga tersebut setara dengan Rp 32.228 per kilogram atau naik Rp 19/kg dibandingkan posisi Kamis (12/2/2026) yang berada di level Rp 32.209/kg.
BACA JUGA: Harga Karet SGX–Sicom Naik 4 hari Beruntun, Sentuh Rp 32.209 per Kg Pada Kamis (12/2)
Kenaikan ini relatif terbatas, namun mencerminkan stabilitas pasar yang mulai terbentuk setelah beberapa pekan bergerak fluktuatif. Pergerakan yang bertahap tanpa lonjakan tajam menunjukkan sentimen pasar masih terkendali.
“Walaupun pergerakannya tidak besar, ini memperpanjang tren positif yang terbentuk sepanjang minggu ini. Kenaikan yang bertahap menunjukkan pasar bergerak stabil dan terukur, sehingga struktur harga tetap terjaga dengan pondasi yang semakin kokoh,” ujar Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Karet Indonesia Sumatera Selatan (Apkarindo Sumsel), Rudi Arpian kepada Agricom.id, Jumat (13/2/2026).
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Kamis (12/2) Turun ke Rp 14.208/kg
Ini tentu memberi sinyal optimisme untuk pekan berikutnya. Kita berharap harga bisa bertahan, bahkan cenderung meningkat. Namun di sisi lain, petani tetap kami harapkan menjaga mutu bokar agar daya saing karet Sumsel tetap kuat di pasar,” pungkas Rudi.
Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100% : Rp 32.228/kg
- KKK 70% : Rp 22.560/kg
- KKK 60% : Rp 19.337/kg
- KKK 50% : Rp 16.114/kg
- KKK 40% : Rp 12.891/kg
- KKK 30% : Rp 9.668/kg
Sebagai informasi, SGX SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)