APKARINDO Tagih Janji Mentan: Replanting dan Hilirisasi Aspal Karet Jangan Berhenti di Wacana

APKARINDO Tagih Janji Mentan: Replanting dan Hilirisasi Aspal Karet Jangan Berhenti di Wacana
Agricom.id

24 February 2026 , 17:08 WIB

Usai pertemuan dengan Menteri Pertanian pada 5 November 2025, APKARINDO menegaskan kesiapan petani karet Sumsel menjalankan replanting 1.000 hektare pada 2026 dan meminta pemerintah memastikan program peremajaan serta hilirisasi aspal karet tidak berhenti sebatas wacana. Foto: Apkarindo

 

AGRICOM, SUMATERA SELATAN — Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) kembali menegaskan komitmennya mengawal kebijakan pro-petani usai pertemuan dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada 5 November 2025.

Pertemuan yang berlangsung hangat, penuh semangat keberpihakan pada petani, dan sarat janji kebijakan. Mulai dari percepatan peremajaan (replanting) karet, skema dana perkebunan yang lebih adil bagi petani, penguatan tata niaga dan pengaturan harga, hingga dorongan hilirisasi karet melalui program aspal karet.

Namun bagi APKARINDO, janji kebijakan tidak cukup berhenti di ruang rapat. Organisasi ini menegaskan satu pesan tegas: jangan lukai petani karet Indonesia.

BACA JUGA: APKARINDO Usulkan Program Peremajaan Karet Serentak untuk Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

Pesan ini bukan sekadar retorika, tetapi jeritan dari kebun-kebun tua yang produktivitasnya menurun, dari petani yang bertahan di tengah fluktuasi harga, dan dari desa-desa karet yang selama ini merasa dianaktirikan dalam agenda besar hilirisasi perkebunan.

APKARINDO menyatakan dukungan terhadap Mentan dalam mengawal kebijakan yang pro-petani. Namun dukungan itu disertai sikap tegas, kebijakan harus turun ke tanah, bukan berhenti di ruang rapat. APKARINDO akan mengawal implementasi di lapangan, memastikan tidak ada permainan, tidak ada mafia tata niaga, dan tidak ada kebijakan yang indah di atas kertas tetapi mandek di desa.

BACA JUGA: DPW APKARINDO Sumsel dan Dinas Perkebunan Bangun Sinergi Percepat Program Peremajaan Karet Rakyat 2026

Kami mengapresiasi respons positif Mentan atas aspirasi APKARINDO untuk percepatan replanting/peremajaan karet, skema dana perkebunan yang adil untuk petani karet, pengaturan harga agar petani terlindungi dari gejolak pasar, serta hilirisasi karet untuk aspal sebagai pintu masuk industrialisasi karet rakyat.

Namun apresiasi tidak berarti berhenti menagih. Petani karet sudah terlalu sering diberi harapan tanpa kepastian.

 

Sumatera Selatan Siap Replanting 2026

Dari daerah, sinyal kesiapan datang dari Sumatera Selatan. Ketua DPW APKARINDO Sumsel, H. Supartijo, menyampaikan bahwa petani di wilayahnya siap memulai program peremajaan pada 2026.

“Secara teknis, sejumlah langkah persiapan telah dilakukan, antara lain penyiapan lahan peremajaan, ketersediaan bibit dari penangkar, dan target awal 1.000 hektare untuk tahap pertama,‘ ungkapya, dikutip dalam keterangan yang diperoleh Agricom.id, Selasa (24/2/2026).

BACA JUGA: Tren Positif Berlanjut, Harga Karet SGX Sicom Sentuh Rp 32.661 per Kg Pada Senin (23/2)

Artinya, dari sisi petani, kesiapan sudah nyata. Yang kini dinantikan adalah dukungan konkret negara: kepastian program, alokasi anggaran, penyediaan alat berat (mengingat larangan tebang-bakar), pendampingan penyuluh, pupuk bersubsidi, hingga integrasi antara replanting dan program hilirisasi.

APKARINDO mengingatkan, jangan kecewakan petani dengan janji yang menggebu-gebu. Jika negara hadir setengah hati, petani akan kembali berjalan sendiri—dan itu berarti kegagalan kebijakan sejak awal.

 

Aspal Karet Jadi Ujian Hilirisasi

Selain replanting, isu hilirisasi melalui program aspal karet menjadi sorotan utama. Bagi APKARINDO, keberlanjutan aspal karet akan menjadi tolok ukur keseriusan pemerintah dalam membangun industri karet berbasis rakyat.

Jika dijalankan konsisten dan masif, program aspal karet diyakini mampu meningkatkan serapan karet rakyat, menambah nilai tambah di dalam negeri, mendorong kualitas infrastruktur jalan yang lebih tahan lama, dan memberikan kepastian pasar bagi petani.

Sebaliknya, jika hanya berhenti sebagai proyek percontohan tanpa kesinambungan, maka hilirisasi dinilai tidak lebih dari slogan.

 

Kawal Implementasi di Lapangan

Bagi petani karet, tahun 2026 dipandang sebagai momentum penting. Mereka menyatakan siap bergerak menjalankan replanting dan mendukung hilirisasi. Kini, bola berada di tangan pemerintah untuk memastikan komitmen yang telah disampaikan benar-benar diwujudkan dalam kebijakan nyata.

APKARINDO tidak meminta belas kasihan, tetapi menagih komitmen negara yang telah diucapkan di depan petani.

Replanting karet harus berjalan. Dana perkebunan harus berpihak pada petani karet. Aspal karet harus jadi kebijakan nyata, bukan proyek musiman.

Negara jangan mundur. Jika janji ditepati, petani berdiri di belakang negara. Jika janji diingkari, APKARINDO akan terus bersuara. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP