Harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada Jumat (27/2/2026), terdorong reli minyak kedelai CBOT dan sentimen positif pasar minyak mentah global, dengan volume transaksi turut meningkat. Foto: Agricom
AGRICOM, KUALA LUMPUR — Harga kontrak minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada perdagangan Jumat (27/2/2026). Kenaikan ini ditopang oleh penguatan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) serta sentimen positif dari pasar minyak mentah global.
Pada penutupan perdagangan, kontrak Maret 2026 naik RM34 menjadi RM3.989 per ton, sementara kontrak April 2026 juga menguat RM34 ke level RM4.030 per ton. Kontrak Mei 2026 mencatat kenaikan lebih tinggi, yakni RM37 menjadi RM4.042 per ton, dikutip Agricom.id dari Bernama.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Melemah, Ringgit Menguat Tekan Prospek Ekspor
Tren positif berlanjut pada kontrak Juni 2026 yang meningkat RM40 menjadi RM4.046 per ton. Kontrak Juli 2026 dan Agustus 2026 masing-masing turut naik RM40, ditutup pada level RM4.043 per ton dan RM4.038 per ton.
Dari sisi fundamental eksternal, reli harga minyak kedelai di CBOT memperkuat sentimen pasar karena keduanya bersaing di pasar minyak nabati global. Ketika harga kedelai naik, CPO cenderung ikut terdorong akibat potensi pergeseran permintaan.
Di saat yang sama, penguatan harga minyak mentah dunia turut memberi dukungan tambahan. Harga energi yang lebih tinggi biasanya meningkatkan daya tarik biodiesel berbasis sawit, sehingga menopang ekspektasi permintaan.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Kembali Melemah, Sentuh Rp 14.225/Kg pada Kamis (26/2)
Aktivitas perdagangan juga menunjukkan peningkatan minat pelaku pasar. Volume transaksi tercatat naik menjadi 63.409 lot dibandingkan 61.228 lot pada Kamis. Sementara itu, posisi open interest meningkat tipis menjadi 227.706 kontrak dari sebelumnya 227.240 kontrak.
Kenaikan volume dan open interest tersebut mengindikasikan partisipasi pasar yang tetap solid, seiring pelaku industri dan investor mencermati dinamika pasar minyak nabati serta pergerakan harga energi global dalam beberapa pekan ke depan. (A3)