AGRICOM, PEKANBARU — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit plasma di Provinsi Riau kembali mencatat penguatan pada periode 18–31 Maret 2026. Berdasarkan hasil penetapan resmi tim harga TBS melalui Surat Penetapan No. 9, harga sawit untuk usia tanaman 9 tahun naik sebesar Rp163,3 per kilogram menjadi Rp3.886,50/kg.
Dalam penetapan tersebut, harga minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan sebesar Rp15.330,94/kg, sementara harga inti sawit (kernel) berada di level Rp14.572,03/kg. Nilai cangkang tercatat Rp16,51/kg dengan indeks K sebesar 92,98%.
Kenaikan ini mencerminkan tren positif yang masih berlanjut di tingkat petani, seiring stabilnya harga komoditas turunan sawit di pasar.
BACA JUGA:
- Harga TBS Sawit Kalbar Periode II Maret 2026 Naik Menjadi Rp3.450,92 per Kg
- Harga TBS Sawit Kaltim Naik Tipis di Awal Maret 2026, Tertinggi Rp 3.266/Kg
Mengacu data yang diperoleh Agricom.id dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga TBS untuk berbagai kelompok umur juga menunjukkan variasi. Untuk tanaman usia 3 tahun ditetapkan sebesar Rp3.001,17/kg, usia 4 tahun Rp3.396,89/kg, usia 5 tahun Rp3.598,53/kg, dan usia 6 tahun Rp3.754,48/kg.
Selanjutnya, harga TBS untuk usia 7 tahun tercatat Rp3.836,03/kg dan usia 8 tahun Rp3.881,29/kg. Sementara itu, untuk usia produktif utama yakni 9 tahun mencapai Rp3.886,50/kg, dan usia 10 hingga 20 tahun berada di level Rp3.866,33/kg.
Untuk tanaman yang lebih tua, harga mulai mengalami penyesuaian. Usia 21 tahun ditetapkan Rp3.806,46/kg, usia 22 tahun Rp3.749,30/kg, usia 23 tahun Rp3.688,01/kg, dan usia 24 tahun Rp3.620,94/kg. Adapun usia 25 tahun tercatat Rp3.545,39/kg.
BACA JUGA:
- Presiden Prabowo Tegaskan Kemandirian Pangan Sebagai Pilar Utama Bangsa
- Mentan Amran Pacu Pelabuhan Tonra Jadi Penggerak Distribusi Pertanian Nasional
Penurunan bertahap juga terlihat pada usia tanaman di atasnya, yakni usia 26 tahun sebesar Rp3.499,70/kg, usia 27 tahun Rp3.453,95/kg, usia 28 tahun Rp3.409,55/kg, usia 29 tahun Rp3.392,44/kg, dan usia 30 tahun Rp3.378,19/kg.
Kenaikan harga TBS ini diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan bagi petani sawit plasma di Riau, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi di tengah dinamika pasar global. (A3)