Harga CPO KPBN Rabu (6/5) Turun ke Rp15.575/Kg, Bursa Malaysia Anjlok Hampir 3%

Harga CPO KPBN Rabu (6/5) Turun ke Rp15.575/Kg, Bursa Malaysia Anjlok Hampir 3%
Agricom.id

07 May 2026 , 03:31 WIB

Tekanan dari pelemahan minyak mentah dan soyoil global menyeret harga sawit, sementara pasar domestik ikut menyesuaikan dengan penurunan tipis. Foto: Agricom.id.

 

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang ditetapkan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat mengalami penurunan tipis pada perdagangan Rabu (6/5/2026). Harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp15.575 per kilogram, turun Rp50 per kilogram dibandingkan posisi Selasa (5/5/2026) yang berada di level Rp15.625 per kilogram.

Selain itu, harga CPO di sejumlah titik lainnya juga menunjukkan variasi. CPO Loco Parindu dibuka pada Rp15.222 per kilogram, namun mengalami withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi di level Rp15.062 per kilogram. Sementara itu, harga CPO Loco Kembayan ditetapkan Rp15.125 per kilogram dan Loco Ngabang berada di level Rp15.225 per kilogram.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Selasa (5/5) Menguat ke Rp 15.625/Kg, Reli Bursa Malaysia Dorong Sentimen Positif

Untuk produk turunan, harga crude palm kernel oil (CPKO) Franco Belawan tercatat Rp33.329 per kilogram, namun mengalami WD dengan penawaran tertinggi Rp32.825 per kilogram. Sedangkan CPKO Loco Sei Mangkei berada di level Rp33.227 per kilogram, juga berstatus withdraw dengan penawaran tertinggi Rp32.545 per kilogram.

Di pasar global, tekanan terhadap harga sawit terlihat lebih kuat. Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah tajam pada hari yang sama, dengan penurunan mendekati 3%. Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juli 2026 turun RM133 per ton atau terkoreksi 2,82% menjadi RM4.577 per ton metrik.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Anjlok 2,82 Persen, Tertekan Minyak Mentah dan Soyoil

Pelemahan ini dipicu oleh turunnya harga minyak mentah dunia yang menyentuh level terendah dalam dua pekan terakhir. Sentimen pasar dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, terutama potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat meningkatkan pasokan minyak global.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap permintaan biodiesel berbasis sawit. Ketika harga minyak mentah melemah, daya tarik CPO sebagai bahan bakar alternatif ikut menurun, sehingga menekan harga di pasar internasional.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik Jadi USD 1.049,58/MT, Bea Keluar Dipatok USD 178

Selain itu, penurunan harga minyak kedelai (soyoil) di Chicago Board of Trade (CBOT) sebesar 2,39% turut memberikan tekanan tambahan. Dalam pasar minyak nabati global, harga sawit dan minyak kedelai memiliki keterkaitan erat karena keduanya bersaing dalam pangsa pasar yang sama.

Meski demikian, pergerakan di pasar Asia menunjukkan dinamika yang berbeda. Di Dalian Commodity Exchange, harga kontrak minyak kedelai justru naik 0,78%, sementara kontrak minyak sawit menguat tipis sebesar 0,37%.

Perbedaan arah ini mencerminkan adanya faktor regional yang memengaruhi pasar, di tengah tekanan global yang masih dominan. Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan harga energi dunia, pergerakan minyak nabati pesaing, serta dinamika nilai tukar sebagai penentu arah harga CPO. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP