Harga CPO KPBN Selasa (5/5) Menguat ke Rp 15.625/Kg, Reli Bursa Malaysia Dorong Sentimen Positif

Harga CPO KPBN Selasa (5/5) Menguat ke Rp 15.625/Kg, Reli Bursa Malaysia Dorong Sentimen Positif
Agricom.id

06 May 2026 , 15:46 WIB

Lonjakan harga CPO domestik mengikuti penguatan global yang dipicu kebijakan biodiesel Malaysia dan kenaikan harga minyak kedelai. Foto: Agricom

 

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang dipasarkan melalui Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Harga CPO ditetapkan sebesar Rp 15.625 per kilogram, naik Rp 225/kg atau sekitar 1,46 persen dibandingkan posisi Senin (4/5/2026) yang berada di level Rp 15.400/kg.

Berdasarkan informasi dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp 15.625/kg. Sementara itu, harga CPO Loco Parindu dibuka pada level Rp 15.175/kg, namun berakhir dengan status withdraw (WD) setelah penawaran tertinggi hanya mencapai Rp 15.100/kg. Kondisi serupa terjadi pada CPO Loco Kembayan yang dibuka Rp 15.275/kg dan mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi Rp 15.075/kg.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (4/5) Stabil di Rp 15.400/Kg, Didukung Sentimen Positif Global

Di pasar global, tren penguatan harga CPO masih berlanjut. Perdagangan di Bursa Malaysia Derivatives kembali mencatat kenaikan signifikan, bahkan menembus level tertinggi dalam empat pekan terakhir.

Dilansir dari Reuters, kontrak berjangka CPO acuan pengiriman Juli 2026 melonjak sebesar RM88 per ton atau sekitar 1,9 persen menjadi RM4.710 per metrik ton. Level ini merupakan penutupan tertinggi sejak 7 April 2026.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Melonjak ke Level Tertinggi Sejak April, Didorong Optimisme Biodiesel Malaysia

Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap implementasi program biodiesel berbasis sawit di Malaysia. Pemerintah negara tersebut dijadwalkan mulai menjalankan program B15 pada Juni mendatang, yang mewajibkan campuran 15 persen minyak sawit dalam bahan bakar diesel.

Kebijakan ini dinilai akan meningkatkan konsumsi domestik CPO secara signifikan sekaligus memperkuat peran sawit dalam bauran energi nasional Malaysia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menekan biaya energi, khususnya harga solar domestik.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik Jadi USD 1.049,58/MT, Bea Keluar Dipatok USD 178

Dari sisi pasar minyak nabati global, penguatan juga terjadi pada minyak kedelai (soyoil). Di Chicago Board of Trade, harga soyoil tercatat naik sekitar 0,41 persen, memberikan tambahan dukungan terhadap harga minyak sawit.

Sementara itu, aktivitas perdagangan di Dalian Commodity Exchange masih dalam masa libur dan dijadwalkan kembali beroperasi pada 6 Mei. Hal ini membuat perhatian pelaku pasar lebih terfokus pada pergerakan harga di Bursa Malaysia sebagai acuan utama.

BACA JUGA: Tak Hanya Sawit, Grant Riset BPDP 2026 Perluas Riset Komoditas Kelapa dan Kakao

Dengan kombinasi sentimen positif dari kebijakan biodiesel dan dukungan dari pasar minyak nabati global, harga CPO diperkirakan masih berpotensi melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek, meskipun tetap dipengaruhi dinamika produksi dan permintaan global. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP