Harga CPO KPBN Senin (6/4) Naik Tipis Menjadi Rp16.200 Per kg


AGRICOM, JAKARTA – Pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) menunjukkan arah yang beragam pada awal pekan, Senin (6/4/2026). Di pasar domestik, harga CPO melalui tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat menguat, sementara di pasar global, harga justru mengalami tekanan.

Harga CPO KPBN ditetapkan sebesar Rp16.200/kg. Angka ini naik Rp65/kg atau sekitar 0,40% dibandingkan posisi penawaran tertinggi pada Kamis (2/4/2026) yang berada di level Rp16.135/kg. Kenaikan ini mencerminkan masih adanya dukungan permintaan di dalam negeri meskipun pasar global cenderung berfluktuasi.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Kamis (2/4) Turun Tipis, Bursa Malaysia Justru Menguat

Berdasarkan data yang dihimpun Agricom.id dari KPBN, harga CPO Franco Belawan dan Kuala Tanjung berada di level Rp16.200/kg. Sementara itu, harga Loco Sei Tapung tercatat Rp15.960/kg, dan FOB Talang Duku berada di kisaran Rp16.000/kg dengan status withdraw (WD). Penawaran tertinggi dalam tender tercatat mencapai Rp15.975/kg.

Berbanding terbalik dengan pasar domestik, perdagangan CPO di Bursa Malaysia Derivatives justru ditutup melemah. Tekanan ini dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) dari para pelaku pasar setelah sebelumnya harga mengalami penguatan dalam beberapa sesi perdagangan.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO April 2026 Naik ke USD 989,63/MT, Ini Dampaknya ke Bea Keluar

Dilansir dari Reuters, kontrak CPO acuan untuk pengiriman Juni 2026 tercatat turun 27 ringgit atau sekitar 0,56% menjadi 4.812 ringgit per ton. Meski demikian, penurunan harga tidak berlangsung terlalu dalam karena adanya sentimen penahan dari kebijakan ekspor Thailand.

Dari sisi eksternal, pergerakan harga energi global turut memengaruhi dinamika pasar CPO. Harga minyak mentah dilaporkan mengalami penurunan lebih dari US$2 per barel, dipicu oleh ketidakpastian dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, serta kekhawatiran terhadap gangguan pasokan akibat persoalan logistik pengiriman.

Dalam kondisi tertentu, pelemahan harga minyak mentah justru memberikan dampak positif bagi CPO. Hal ini karena minyak sawit menjadi lebih kompetitif sebagai bahan baku biodiesel dibandingkan energi berbasis fosil.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Senin (6/4) Naik Lagi, Tembus ke Rp 34.114 Per kg

Sementara itu, pasar minyak nabati lainnya menunjukkan pergerakan yang relatif stabil. Harga minyak kedelai (soyoil) di Chicago Board of Trade tercatat naik tipis sebesar 0,07%, mencerminkan permintaan global yang masih terjaga.

Adapun aktivitas perdagangan di China cenderung terbatas pada awal pekan ini, seiring dengan penutupan Bursa Dalian dalam rangka libur nasional. Minimnya transaksi dari salah satu pasar utama ini turut memengaruhi likuiditas perdagangan minyak nabati secara global.

BACA JUGA: Harga Referensi Biji Kakao Periode April 2026 Anjlok 21 Persen Akibat Lonjakan Pasokan

Dengan dinamika tersebut, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan faktor eksternal, terutama pergerakan harga energi dan kebijakan ekspor negara produsen, sebagai penentu arah harga CPO dalam jangka pendek. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP