AGRICOM, JAKARTA – Pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) domestik menunjukkan penguatan terbatas pada perdagangan Selasa (7/4/2026), di tengah tekanan yang masih membayangi pasar global.
Harga CPO yang ditetapkan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat sebesar Rp16.275/kg. Angka ini naik Rp75/kg atau sekitar 0,46% dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang berada di level Rp16.200/kg. Kenaikan ini mencerminkan stabilitas permintaan domestik, meskipun belum cukup kuat untuk mendorong lonjakan signifikan.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (6/4) Naik Tipis Menjadi Rp16.200 Per kg
Berdasarkan informasi dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp16.275/kg. Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku dibuka di level Rp16.075/kg, namun tidak terjadi transaksi setelah penawaran tertinggi hanya mencapai Rp15.983/kg dan berujung pada withdraw (WD).
Untuk produk turunan, harga crude palm kernel oil (CPKO) Franco Dumai tercatat sebesar Rp35.130/kg. Adapun harga palm kernel (PK) Franco Belawan berada di kisaran Rp16.128/kg.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Melemah, Kebijakan Ekspor Thailand Tahan Penurunan
Di sisi global, pergerakan harga justru menunjukkan arah yang berlawanan. Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Derivatives kembali ditutup melemah, menandai penurunan selama dua hari berturut-turut. Tekanan terutama datang dari pelemahan harga minyak mentah dunia yang memengaruhi sentimen pasar minyak nabati.
Mengacu pada laporan Reuters, kontrak CPO acuan untuk pengiriman Juni 2026 di Bursa Malaysia turun RM45 per ton atau sekitar 0,94% menjadi RM4.766 per ton. Padahal, selama sesi intraday, harga sempat menunjukkan penguatan sebelum akhirnya terkoreksi menjelang penutupan.
BACA JUGA: Harga Karet Lanjut Menguat Pada Selasa (7/4), SGX-SICOM Kokoh di Rp34.480/Kg
Pelaku pasar kini menantikan rilis laporan resmi dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang dijadwalkan pada 10 April mendatang. Laporan tersebut diperkirakan akan menjadi katalis penting dalam menentukan arah pergerakan harga selanjutnya, terutama terkait proyeksi produksi, stok, dan ekspor.
Sementara itu, dinamika di pasar minyak nabati lainnya cenderung bervariasi. Di Bursa Dalian, harga kontrak minyak kedelai paling aktif tercatat naik 0,85%, sedangkan kontrak minyak sawitnya justru turun 0,36%.
BACA JUGA: Stok Pangan Tembus Rekor, Mentan Amran Yakin El Nino Tak Ganggu Ketahanan Nasional
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi, dengan pelaku pasar global mencermati berbagai faktor eksternal, mulai dari pergerakan energi hingga fundamental pasokan dan permintaan. (A3)