AGRICOM, JAKARTA – Perdagangan minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali ditutup melemah pada Selasa (7/4/2026), memperpanjang tren penurunan selama dua hari berturut-turut di tengah tekanan dari pasar energi global.
Mengutip laporan Reuters, harga kontrak CPO acuan untuk pengiriman Juni 2026 turun sebesar RM45 per ton atau sekitar 0,94% menjadi RM4.766 per ton. Pelemahan ini terjadi setelah harga sempat menguat pada sesi intraday, namun berbalik arah menjelang penutupan perdagangan.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Melemah, Kebijakan Ekspor Thailand Tahan Penurunan
Penurunan harga CPO global terutama dipicu oleh melemahnya harga minyak mentah dunia, yang mengurangi daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel. Kondisi ini membuat sentimen pasar cenderung berhati-hati, terutama di tengah volatilitas pasar energi.
Meski demikian, fundamental pasar masih menunjukkan sinyal yang cukup kuat. Berdasarkan survei Reuters, stok minyak sawit Malaysia pada Maret diperkirakan mengalami penurunan terbesar dalam tiga tahun terakhir, sekaligus mencapai level terendah sejak Juli tahun lalu. Penurunan ini didorong oleh lonjakan ekspor yang melampaui pertumbuhan produksi.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Selasa (7/4) Naik Tipis, Bursa Malaysia Lanjutkan Tren Pelemahan
Pelaku pasar kini menanti rilis laporan resmi dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang dijadwalkan pada 10 April mendatang. Laporan tersebut diperkirakan akan menjadi faktor penentu arah pasar selanjutnya, terutama dalam memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi produksi, stok, dan ekspor.
Di dalam negeri, pergerakan harga menunjukkan arah berbeda. Harga CPO yang ditetapkan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat sebesar Rp16.275/kg, naik Rp75/kg atau sekitar 0,46% dibandingkan hari sebelumnya yang berada di level Rp16.200/kg. Kenaikan ini mencerminkan stabilitas permintaan domestik di tengah tekanan eksternal.
BACA JUGA: Harga Karet Lanjut Menguat Pada Selasa (7/4), SGX-SICOM Kokoh di Rp34.480/Kg
Sementara itu, di pasar minyak nabati global lainnya, pergerakan harga terlihat bervariasi. Di Bursa Dalian, harga kontrak minyak kedelai paling aktif naik 0,85%, sedangkan kontrak minyak sawitnya justru terkoreksi sebesar 0,36%.
Secara keseluruhan, pasar CPO saat ini berada dalam fase konsolidasi, dengan pelaku pasar menimbang antara tekanan eksternal dari harga energi dan dukungan fundamental dari sisi pasokan yang mulai mengetat. (A3)