Harga CPO KPBN Kamis (9/4) WD Lagi, Bursa Malaysia Berbalik Menguat Tipis


AGRICOM, JAKARTA – Pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) menunjukkan dinamika beragam antara pasar domestik dan global pada Kamis (9/4/2026). Di dalam negeri, tender yang dilakukan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) melalui sistem Inacom berakhir dengan status withdraw (WD), sementara di pasar internasional harga justru menguat tipis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Agricom.id dari KPBN, harga penawaran tertinggi CPO tercatat sebesar Rp15.778/kg. Meskipun terjadi withdraw, angka ini menunjukkan kenaikan Rp28/kg atau sekitar 0,18% dibandingkan posisi penawaran tertinggi sehari sebelumnya yang berada di level Rp15.750/kg.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Rabu (8/4) Berakhir WD, Bursa Malaysia Terkoreksi Ikuti Pelemahan Minyak Dunia

Untuk rincian tender, harga CPO franco Dumai dibuka pada level Rp15.850/kg, namun tidak mencapai kesepakatan dan berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.778/kg. Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku dibuka Rp15.650/kg dan juga mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.300/kg.

Kondisi ini mencerminkan masih adanya kehati-hatian pelaku pasar domestik dalam melakukan transaksi, di tengah fluktuasi harga global dan faktor eksternal lainnya.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Melemah Tiga Hari Beruntun, KPBN Ikut Terkoreksi

Berbeda dengan pasar domestik, perdagangan CPO di Bursa Malaysia Derivatives justru menunjukkan penguatan terbatas. Mengutip laporan Reuters, kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman Juni 2026 naik sebesar RM29 per ton atau sekitar 0,63% menjadi RM4.615 per ton pada sesi perdagangan.

Penguatan ini didorong oleh aksi beli murah (bargain buying) setelah harga sebelumnya terkoreksi cukup dalam, yakni lebih dari 3% pada sesi perdagangan sebelumnya. Selain itu, pemulihan harga minyak mentah global turut memberikan sentimen positif bagi pasar minyak nabati, termasuk CPO.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Kamis (9/4) Terkoreksi Tipis, Tren Penguatan Masih Terjaga

Meski demikian, kenaikan harga CPO global masih dibatasi oleh pergerakan beragam di pasar minyak nabati lainnya. Di Chicago Board of Trade, harga kontrak minyak kedelai tercatat naik tipis sebesar 0,44%. Sebaliknya, di Dalian Commodity Exchange, kontrak minyak kedelai justru turun 0,68%, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 0,52%.

Perbedaan arah pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar global masih berada dalam fase konsolidasi, dengan pelaku pasar mencermati keseimbangan antara faktor fundamental dan sentimen eksternal, termasuk pergerakan harga energi dan permintaan global.

BACA JUGA: Benahi Gula dari Hulu ke Hilir, Mentan Amran Andalkan Tiga Strategi Utama

Secara keseluruhan, meskipun harga CPO global mulai menunjukkan tanda pemulihan, pasar domestik masih cenderung berhati-hati. Hal ini tercermin dari keputusan withdraw dalam tender KPBN, yang menandakan belum tercapainya titik temu harga antara penjual dan pembeli. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP