RI Perkuat Ekspor Rempah ke Eropa, Bidik Kemitraan Strategis dan Nilai Tambah


AGRICOM, DEN HAAG – Pemerintah Indonesia terus memperluas penetrasi ekspor rempah dan produk pangan ke pasar Eropa. Melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI di Den Haag bersama Kedutaan Besar RI, langkah konkret dilakukan dengan mengunjungi perusahaan importir dan pengolah rempah, Unispices Wazaran BV, di Hoofddorp, Belanda, pada Februari 2026.

Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat akses pasar Indonesia di Uni Eropa, sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah produk dalam negeri serta menarik investasi asing, khususnya dari Belanda.

BACA JUGA: Benahi Gula dari Hulu ke Hilir, Mentan Amran Andalkan Tiga Strategi Utama

 Atdag RI Den Haag, Annisa Hapsari, menegaskan bahwa potensi ekspor rempah Indonesia ke Eropa masih sangat besar dan belum tergarap optimal. Menurutnya, implementasi Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) di masa mendatang akan menjadi katalis penting dalam menurunkan hambatan tarif dan memperluas akses pasar.

“Produk rempah Indonesia memiliki peluang ekspansi yang sangat besar di Eropa. Kehadiran mitra seperti Unispices Wazaran BV menjadi penting karena tidak hanya fokus pada rempah, tetapi juga hortikultura olahan dan produk perikanan,” ujarnya, dalam keterangan yang diperoleh Agricom.id, Jumat (10/4).

BACA JUGA: Serangga Penyerbuk Baru Dilepas, Babak Baru Produktivitas Sawit Dimulai

Pemerintah, lanjut Annisa, berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku usaha nasional agar mampu memenuhi kebutuhan pasar global, mulai dari proses sourcing hingga pengembangan kerja sama bisnis yang berkelanjutan.

Pendampingan tersebut mencakup seluruh rantai pasok, termasuk petani dan koperasi di tingkat hulu, hingga penguatan industri pengolahan di dalam negeri. Langkah ini diarahkan agar produk Indonesia tidak lagi hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga sebagai produk olahan bernilai tambah tinggi.

BACA JUGA: Uji B50 di Sektor Tambang Tunjukkan Hasil Positif, Langkah Indonesia Menuju Energi Mandiri

Di sisi lain, Unispices Wazaran BV dinilai sebagai mitra strategis karena memiliki model bisnis terintegrasi, mulai dari pengadaan bahan baku di Indonesia hingga pengujian standar mutu dan kepatuhan regulasi di Eropa.

Perusahaan yang merupakan bagian dari Wazaran Group asal Arab Saudi ini telah aktif melakukan sourcing rempah dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, mereka juga mengembangkan potensi komoditas lain seperti jamur serta produk perikanan unggulan, termasuk tuna dari Sulawesi Utara.

BACA JUGA: Kementan Percepat Hilirisasi Pertanian, Dorong Biofuel dan Bioetanol untuk Kemandirian Energi

Annisa menekankan bahwa kepercayaan pasar internasional terhadap produk Indonesia harus dijaga melalui peningkatan standar kualitas. Ia mengingatkan pentingnya penerapan sistem ketertelusuran (traceability) serta pengendalian mutu (quality control) yang ketat untuk menjaga konsistensi produk.

“Kepercayaan ini harus dijawab dengan penguatan standardisasi dan kualitas di dalam negeri. Ini menjadi kunci agar produk Indonesia mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar global,” jelasnya.

BACA JUGA: Kemendag Perketat Tata Niaga Gula, Impor dan Distribusi Diperketat

Sementara itu, Managing Director Unispices Wazaran BV, Heykal Balbaid, menyatakan pihaknya terbuka untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia, termasuk melakukan pembelian langsung dari petani dan koperasi guna memperpendek rantai pasok.

Selain itu, peluang pembentukan joint venture dengan mitra lokal juga tengah dijajaki, seiring dengan rencana memperluas pasar di Belanda dan Uni Eropa. Perusahaan juga mempertimbangkan peningkatan aktivitas pengolahan di Indonesia, terutama jika didukung oleh insentif dan kepastian regulasi.

Menurut Heykal, Indonesia memiliki keunggulan dari sisi kualitas produk dan ketersediaan bahan baku. Namun, untuk meningkatkan daya saing, diperlukan perbaikan dalam hal stabilitas pasokan, standardisasi mutu, serta efisiensi logistik.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO April 2026 Naik ke USD 989,63/MT, Ini Dampaknya ke Bea Keluar

“Harmonisasi standar dan percepatan sertifikasi akan sangat membantu kelancaran ekspor produk Indonesia ke Eropa,” ujarnya.

Dari sisi kinerja perdagangan, hubungan ekonomi Indonesia dan Belanda menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD 6,58 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia sebesar USD 5,69 miliar dan impor sebesar USD 888,2 juta.

BACA JUGA: Harga Referensi Biji Kakao Periode April 2026 Anjlok 21 Persen Akibat Lonjakan Pasokan

Khusus untuk komoditas rempah, ekspor Indonesia ke Belanda tercatat sebesar USD 34,32 juta pada periode yang sama, mencerminkan potensi yang masih terbuka lebar untuk terus ditingkatkan.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, penguatan kemitraan global, serta peningkatan kualitas produk di dalam negeri, Indonesia berpeluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pemasok utama rempah dunia sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP