AGRICOM, JAKARTA – Memasuki awal pekan, harga karet global di bursa SGX–SICOM pada Senin, 13 April 2026, tercatat mengalami koreksi setelah sebelumnya bergerak menguat dalam beberapa hari terakhir.
Harga karet berada di level 203,0 US Cent/Kg atau setara Rp34.563/Kg dengan kurs Rp17.026 per dolar AS. Angka ini turun Rp400/Kg dibandingkan posisi Jumat, 10 April 2026 yang mencapai Rp34.963/Kg.
BACA JUGA: Akhir Pekan Stabil, Harga Karet SGX-SICOM Jumat (10/4) Naik Tipis ke Rp34.963/Kg
Menurut Sekretaris DPW Apkarindo Sumsel Rudi Arpian, penurunan ini menjadi bagian dari dinamika wajar pasar setelah kenaikan yang cukup kuat pada pekan lalu.
“Pergerakan ini menunjukkan pasar kembali memasuki fase konsolidasi, sebagai upaya menjaga keseimbangan sebelum menentukan arah berikutnya. Meski terkoreksi, tren besar masih belum berubah secara signifikan,” kata Rudi dalam keterangan yang diterima Agricom.id, Senin (13/4).
BACA JUGA: Presiden Prabowo Siapkan Produksi Avtur Berbasis Sawit dan Limbah, Investasi Kilang Disiapkan
Di tengah fluktuasi harga, petani karet diimbau untuk tetap menjaga kualitas bahan olah karet (bokar). Penggunaan koagulan atau pembeku lateks sesuai standar, serta memastikan bokar bebas dari kotoran dan kontaminasi, menjadi faktor penting dalam menjaga nilai jual.
Semakin tinggi kadar karet kering (KKK), semakin baik kualitas bokar karena kandungan air dan kotoran semakin rendah. Dengan menjaga mutu secara konsisten, petani diharapkan tetap dapat memperoleh harga optimal meskipun pasar sedang mengalami tekanan jangka pendek.
BACA JUGA: Mentan Amran Dukung Pakan Probiotik IPB, Siap Diadopsi Jika Terbukti Efektif
Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100%: Rp34.563/Kg
- KKK 70%: Rp. 24.194/Kg
- KKK 60%: Rp. 20.738/Kg
BACA JUGA: Dorong Kesejahteraan Petani, Pemda Aceh Utara Luncurkan Gerakan Kakao Bangkit
- KKK 50%: Rp. 17.282/Kg
- KKK 40%: Rp. 13.825/Kg
- KKK 30%: Rp. 10.369/Kg
BACA JUGA: Benih Jadi Kunci, Pemerintah dan DPR Percepat Swasembada Bawang Putih
Sebagai informasi, SGX SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)