Harga CPO Malaysia Menguat Tipis di Tengah Tekanan Ekspor


AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global menunjukkan penguatan tipis pada perdagangan Rabu (15/4/2026), meskipun tekanan dari pelemahan minyak nabati dan sentimen kebijakan masih membayangi.

Sebagaimana dilansir dari Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juni 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup naik RM8 per ton atau sekitar 0,18% menjadi RM4.474 per ton. Kenaikan ini terjadi setelah pada sesi sebelumnya harga sempat terkoreksi cukup dalam hingga 1,95%.

Meski mengalami penguatan, sentimen pasar masih cenderung terbatas. Kebijakan pemerintah Malaysia untuk meningkatkan mandatori biodiesel dari B12 menjadi B15 dinilai belum cukup agresif untuk mendorong optimisme pelaku pasar secara signifikan.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN dan Bursa Malaysia Melemah Pada Selasa (14/4)

Dari sisi fundamental, tekanan juga datang dari kinerja ekspor. Data lembaga surveyor kargo menunjukkan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1–15 April diperkirakan turun antara 34,2% hingga 34,7% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini menjadi salah satu faktor yang menahan penguatan harga lebih lanjut.

Sementara itu, di pasar domestik, harga CPO melalui mekanisme tender di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara tercatat mengalami withdraw (WD). Harga penawaran tertinggi hanya mencapai Rp 15.222/kg, turun Rp 103/kg atau sekitar 0,67% dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp 15.325/kg.

Kondisi ini mencerminkan masih adanya tarik-menarik antara penjual dan pembeli di tengah ketidakpastian arah harga global.

BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Rabu (15/4) Menguat Tipis, Pasar Mulai Stabil

Di pasar komoditas lain, pergerakan harga menunjukkan tren yang beragam. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian tercatat turun 0,41%, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 0,65%. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade justru menguat sekitar 0,8%.

Dengan kombinasi tekanan dari sisi ekspor, kebijakan energi, serta dinamika pasar global, pergerakan harga CPO saat ini masih berada dalam fase konsolidasi. Pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati sambil menunggu katalis baru yang dapat memberikan arah lebih jelas bagi tren harga ke depan. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP