AGRICOM, PEKANBARU — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit plasma Provinsi Riau periode 6–12 Mei 2026 mengalami penurunan. Berdasarkan hasil rapat tim penetapan harga TBS sawit plasma Provinsi Riau yang tertuang dalam Surat Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Nomor 15 Periode 6–12 Mei 2026, harga TBS untuk tanaman umur 9 tahun turun sebesar Rp31,53 per kilogram menjadi Rp3.874,93/kg.
Dalam penetapan periode ini, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) ditetapkan sebesar Rp15.238,28/kg. Sedangkan harga inti sawit (kernel) berada di level Rp15.502,54/kg dengan nilai cangkang Rp17,90/kg, dan indeks K sebesar 92,08 persen, yang menjadi salah satu komponen utama dalam perhitungan harga TBS sawit.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 6–12 Mei 2026 Tembus Rp3.942/Kg
Berdasarkan data yang dihimpun Agricom.id dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga TBS sawit plasma untuk tanaman umur 3 tahun ditetapkan sebesar Rp2.997,92/kg. Selanjutnya, umur 4 tahun sebesar Rp3.388,19/kg dan umur 5 tahun mencapai Rp3.587,71/kg.
Untuk tanaman umur 6 tahun, harga TBS ditetapkan Rp3.742,35/kg, sementara umur 7 tahun sebesar Rp3.824,13/kg dan umur 8 tahun Rp3.869,15/kg.
BACA JUGA: Tender CPO KPBN Jumat (8/5) Kembali WD, Pasar Sawit Global Masih Menunggu Arah Baru
Adapun harga TBS sawit umur 9 tahun berada di level Rp3.874,93/kg. Sementara itu, untuk kelompok umur produktif 10–20 tahun ditetapkan sebesar Rp3.855,36/kg.
Selanjutnya, harga TBS sawit umur 21 tahun tercatat Rp3.796,43/kg dan umur 22 tahun sebesar Rp3.740,35/kg. Untuk tanaman umur 23 tahun, harga ditetapkan Rp3.680,01/kg, sedangkan umur 24 tahun Rp3.614,09/kg dan umur 25 tahun Rp3.539,72/kg.
BACA JUGA: BPDP Dorong Hilirisasi Kelapa, Riset Difokuskan pada Nilai Tambah dan Kesejahteraan Petani
Sementara itu, harga TBS untuk tanaman umur 26 tahun berada di level Rp3.494,84/kg. Kemudian umur 27 tahun sebesar Rp3.449,99/kg, umur 28 tahun Rp3.406,57/kg, umur 29 tahun Rp3.389,73/kg, dan umur 30 tahun sebesar Rp3.375,70/kg.
Penurunan harga TBS pada periode kali ini dipengaruhi oleh pergerakan harga produk turunan sawit, terutama CPO dan kernel, yang menjadi acuan dalam formulasi penetapan harga sawit petani plasma di daerah tersebut. (A3)