Dok. Agricom.id/ Harga minyak sawit mentah di Bursa Malaysia dan KPBN sama-sama bergerak turun pada perdagangan Selasa (12/5/2026), dipicu tekanan pasar minyak nabati global dan melemahnya kontrak palm olein di Bursa Dalian.
AGRICOM, JAKARTA — Perdagangan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali ditutup melemah pada Selasa (12/5/2026), setelah sehari sebelumnya sempat mencatat penguatan tipis. Pelemahan harga dipengaruhi aksi jual pada kontrak palm olein di Bursa Dalian, Tiongkok, selama perdagangan Asia.
Dilansir dari Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juli 2026 di Bursa Malaysia turun RM33 per ton atau sekitar 0,73 persen menjadi RM4.483 per ton metrik pada penutupan perdagangan. Pada sesi sebelumnya, kontrak tersebut masih mampu naik sekitar 0,24 persen.
BACA JUGA: CPO Bursa Malaysia Rebound, Ditopang Penguatan Minyak Kedelai dan Minyak Mentah
Tekanan di pasar minyak sawit global juga tercermin pada harga CPO domestik. Di pasar fisik Indonesia, harga CPO yang ditetapkan melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) berada di level Rp15.150 per kilogram pada Selasa (12/5/2026).
Harga tersebut turun Rp175 per kilogram atau sekitar 1,14 persen dibandingkan posisi Senin (11/5/2026) yang tercatat sebesar Rp15.325 per kilogram.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Selasa (12/5) Turun Jadi Rp15.150 Per Kg
Pergerakan harga minyak nabati global masih cenderung bervariasi. Di Bursa Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif tercatat naik 0,16 persen, sementara kontrak minyak sawit justru melemah 1,35 persen.
Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) menguat sekitar 0,81 persen, mencerminkan masih adanya dukungan permintaan di pasar minyak nabati global.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik Jadi USD 1.049,58/MT, Bea Keluar Dipatok USD 178
Pelaku pasar saat ini terus mencermati dinamika pasokan dan permintaan minyak nabati dunia, termasuk perkembangan ekspor sawit dari negara produsen utama serta pergerakan harga minyak mentah global yang turut mempengaruhi sentimen perdagangan CPO. (A3)