Kementan Pastikan Puluhan Ribu Bibit Kelapa di Sulut Siap Disalurkan ke Petani

Kementan Pastikan Puluhan Ribu Bibit Kelapa di Sulut Siap Disalurkan ke Petani
Agricom.id

22 May 2026 , 10:43 WIB

Dok. Kementan/ Sebanyak 39.861 batang bibit kelapa di Sulawesi Utara dinyatakan sehat dan siap salur setelah melalui verifikasi lapangan oleh Kementerian Pertanian sebagai bagian dari dukungan pengembangan komoditas kelapa nasional.

 

AGRICOM, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan sebanyak 39.861 batang bibit kelapa di Sulawesi Utara siap disalurkan kepada petani setelah melalui proses verifikasi lapangan dan pemeriksaan kondisi tanaman. Bibit tersebut dinyatakan memenuhi standar mutu, sehat, serta layak tanam untuk mendukung pengembangan komoditas kelapa dan program hilirisasi nasional.

Pengawalan program dilakukan melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara sebagai tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan ke lokasi pembibitan kelapa di Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, pada awal Mei lalu.

BACA JUGA: BPDP Dorong Hilirisasi Kelapa, Riset Difokuskan pada Nilai Tambah dan Kesejahteraan Petani

Dalam kunjungannya, Mentan Amran menegaskan bahwa inspeksi lapangan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Sidak dimaksudkan bukan untuk mencari kesalahan tetapi untuk memperbaiki dan mengurangi kesalahan,” kata Mentan Amran, dilansir Agricom.id dari laman Kementan, Jumat (22/5).

Mentan Amran menegaskan, apabila ditemukan ketidaksesuaian antara program dan kondisi di lapangan, maka perbaikan harus segera dilakukan agar tidak menimbulkan kerugian negara maupun merugikan petani penerima bantuan.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Kamis (21/5) Anjlok Lagi Ke Rp12.285/kg, Bursa Malaysia Masih Melemah Akibat Lesunya Ekspor

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Fadjry Djufry mengatakan pihaknya langsung melakukan verifikasi ulang jumlah serta kondisi bibit di lapangan.

“BRMP bersama seluruh pihak terkait bergerak cepat melakukan verifikasi ulang jumlah dan kondisi bibit di lapangan. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memastikan program bantuan pemerintah berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” ujar Fadjry di Jakarta, Selasa (19/5).

Menurutnya, arahan Menteri Pertanian menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola bantuan pemerintah, khususnya dalam pengembangan komoditas kelapa di Sulawesi Utara.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Kamis (21/5) Turun Tipis, Masih Bertahan di Atas Rp39 Ribu/Kg

“Perbaikan dan pengawalan program harus terus dilakukan agar bantuan pemerintah benar-benar berkualitas, akuntabel, dan mampu mendukung peningkatan produksi serta kesejahteraan petani,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, BRMP Sulawesi Utara bersama instansi terkait melakukan verifikasi di dua lokasi pembibitan, yakni di Kelurahan Bengkol, Kota Manado dan Desa Suwaan, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara.

Hasil verifikasi bersama penyuluh dan instansi terkait mencatat sebanyak 39.861 batang bibit kelapa siap salur hingga 16 Mei 2026.

BACA JUGA: BPDP Dorong Riset Kakao Nasional, Fokus pada Hilirisasi, Produktivitas, dan Penguatan Industri Cokelat Dalam Negeri

Tak hanya menghitung ulang jumlah bibit, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap bibit yang sebelumnya terdampak serangan hama Brontispa sp. Hasil pengamatan menunjukkan kondisi bibit membaik setelah pengendalian dilakukan.

Perbaikan itu ditandai dengan munculnya daun muda yang terbuka normal tanpa gejala serangan hama sehingga bibit terlihat lebih segar dan sehat.

Kepala BRMP Sulawesi Utara Steivie Karouw mengatakan pendampingan terus dilakukan untuk memastikan bibit yang disalurkan benar-benar layak tanam.

BACA JUGA: Sawit sebagai Model Swasembada dan Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi

“Pengawalan dilakukan mulai dari verifikasi jumlah bibit, pengecekan kondisi pertumbuhan tanaman, hingga memastikan bibit yang disalurkan benar-benar sehat dan layak tanam,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi dengan instansi terkait akan terus diperkuat agar penyediaan bibit berjalan optimal serta bebas dari hama dan penyakit tanaman. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP