Dok. Agricom/ Kontrak CPO Bursa Malaysia kembali terkoreksi pada perdagangan Rabu (24/6/2026) akibat pelemahan minyak mentah dan pergerakan beragam minyak nabati global. Di dalam negeri, harga CPO KPBN justru naik menjadi Rp15.650 per kilogram.
AGRICOM, JAKARTA – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia kembali melemah pada perdagangan Rabu (24/6/2026), melanjutkan tren koreksi untuk hari kedua berturut-turut. Tekanan pasar dipicu oleh pergerakan yang beragam pada minyak nabati pesaing di pasar global serta melemahnya harga minyak mentah dunia.
Dilansir dari Reuters, kontrak acuan CPO pengiriman September 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM6 per ton atau sekitar 0,13 persen menjadi RM4.652 per ton pada jeda perdagangan siang. Sepanjang sesi perdagangan, harga bergerak dalam kisaran RM4.646 hingga RM4.690 per ton.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Terkoreksi, Tekanan Soyoil dan Penguatan Ringgit Bayangi Pasar Sawit
Penurunan harga di Bursa Malaysia mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan harga minyak nabati global dan pergerakan pasar energi. Pelemahan harga minyak mentah turut mengurangi daya tarik biodiesel berbasis minyak nabati, termasuk minyak sawit.
Berbeda dengan kondisi di pasar internasional, harga CPO domestik yang diperdagangkan melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) justru mengalami penguatan.
BACA JUGA: Harga CPO Terkoreksi pada Selasa (23/6), KPBN Withdraw dan Bursa Malaysia Melemah
Harga CPO KPBN pada Rabu (24/6/2026) ditetapkan sebesar Rp15.650 per kilogram. Angka tersebut naik Rp335 per kilogram atau sekitar 2,19 persen dibandingkan harga penawaran tertinggi pada Selasa (23/6/2026) yang berada di level Rp15.315 per kilogram.
Kenaikan harga di pasar domestik menunjukkan adanya dukungan permintaan dalam negeri di tengah tekanan yang masih berlangsung di pasar global. Perbedaan arah pergerakan antara harga domestik dan internasional juga mencerminkan faktor fundamental pasar lokal yang masih cukup kuat.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Turun Rp405/Kg Pada Rabu (24/6), Level Rp40 Ribu Kembali Diuji
Sementara itu, pergerakan minyak nabati di berbagai bursa utama dunia menunjukkan sentimen yang beragam. Di Bursa Dalian, China, kontrak minyak kedelai paling aktif naik 0,36 persen. Namun, kontrak minyak sawit paling aktif di bursa yang sama justru melemah 0,45 persen.
Di pasar Amerika Serikat, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) bergerak relatif stabil tanpa perubahan signifikan. Kondisi tersebut menunjukkan pelaku pasar masih menunggu arah baru dari permintaan global, perkembangan harga energi, serta prospek produksi minyak nabati di negara-negara produsen utama.
Pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan harga minyak mentah, kebijakan biodiesel, serta dinamika pasokan dan permintaan minyak nabati global yang dapat memengaruhi pergerakan harga CPO dalam beberapa waktu mendatang. (A3)