AGRICOM, JAKARTA – Penerapan pertanian regeneratif dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sektor pertanian terhadap perubahan iklim sekaligus meningkatkan daya saing produk berkelanjutan di pasar global. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, petani, lembaga pendamping, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Komitmen tersebut menjadi fokus dalam SNV Impact Forum 2026 bertema "Regenerative Agriculture for Climate Resilient" yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (16/7). Forum ini mempertemukan berbagai pihak untuk membahas sekaligus mendorong implementasi nyata pertanian regeneratif di Indonesia.
Country Director SNV Indonesia, Putra Agung, menegaskan bahwa keberlanjutan kini telah menjadi standar yang harus diwujudkan bersama demi masa depan sektor pertanian. Menurutnya, SNV ingin membangun kolaborasi yang tidak berhenti pada diskusi, tetapi berlanjut pada aksi nyata di lapangan bersama petani dan para mitra.
"SNV ingin berkolaborasi bersama, tidak hanya berhenti di ruang diskusi, tetapi juga melakukan kerja nyata bersama," ujar Putra Agung, dalam acara yang dihadiri Agricom.id, Kamis (16/7).
Ia berharap SNV Impact Forum dapat menjadi agenda tahunan yang terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung transformasi pertanian menuju sistem yang lebih berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton
Pandangan serupa disampaikan Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas RI, Jarot Indarto. Ia menekankan bahwa keberhasilan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak.
Menurut Jarot, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, dan petani menjadi kunci untuk mempercepat transformasi sektor pertanian nasional.
BACA JUGA: B50 Resmi Diluncurkan, Pemerintah Perkuat Kedaulatan Energi Berbasis Biodiesel Sawit
"Swasembada pangan merupakan salah satu sasaran utama RPJMN 2025–2029 yang diharapkan dapat tercapai melalui kolaborasi multipihak," ujarnya.
Ia menambahkan, forum seperti SNV Impact Forum 2026 berperan penting dalam memperkuat kemitraan lintas sektor sekaligus mempercepat lahirnya berbagai inovasi dan aksi bersama guna mewujudkan sistem pertanian Indonesia yang lebih produktif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan perubahan iklim. (A3)