Harga CPO Malaysia Melemah, Namun Masih Catat Kenaikan Mingguan


AGRICOM, JAKARTA – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) dibuka melemah pada perdagangan Jumat (17/7/2026), dipengaruhi tekanan dari penurunan harga minyak nabati di Bursa Komoditas Dalian. Meski demikian, harga CPO Malaysia masih berada di jalur mencatat penguatan mingguan untuk pekan kedua secara berturut-turut.

Dikutip dari Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Oktober 2026 turun RM24 per ton atau sekitar 0,52% menjadi RM4.582 per metrik ton (setara US$1.123,59) pada awal perdagangan.

Koreksi tersebut mengikuti pelemahan harga minyak nabati di pasar China yang memengaruhi sentimen perdagangan minyak sawit. Namun secara mingguan, kontrak acuan CPO masih mencatat kenaikan sekitar 1,53%, mencerminkan bahwa minat beli tetap bertahan di tengah dinamika pasar minyak nabati global.

BACA JUGA: CPO Malaysia Turun Dua Hari Beruntun, Dipicu Melemahnya Harga Minyak Nabati

Berbeda dengan pergerakan di Bursa Malaysia, harga CPO di pasar domestik Indonesia justru menunjukkan penguatan.

Dari data perdagangan yang diperoleh Agricom.id, harga CPO yang diperdagangkan di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), pada Jumat (17/7/2026) ditetapkan sebesar Rp15.700 per kilogram. Harga tersebut meningkat Rp50/kg atau sekitar 0,32% dibandingkan posisi Kamis (16/7/2026) yang berada di level Rp15.650/kg.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Kamis (16/7) Naik ke Rp15.650/kg

Kenaikan harga di KPBN menunjukkan pasar domestik masih relatif kuat, meskipun pasar berjangka Malaysia mengalami tekanan. Perbedaan arah pergerakan ini mencerminkan adanya faktor permintaan dan dinamika pasokan dalam negeri yang tetap menopang harga CPO Indonesia. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP