AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di pasar domestik kembali menguat pada awal pekan. PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) menetapkan harga CPO sebesar Rp15.777 per kilogram pada perdagangan Senin (20/7/2026), naik Rp77/kg atau sekitar 0,49% dibandingkan posisi Jumat (17/7/2026) yang berada di level Rp15.700/kg.
Kenaikan harga di pasar domestik sejalan dengan penguatan kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives (BMD), yang mendapat dukungan dari reli harga minyak mentah dunia, menguatnya harga minyak nabati di China, serta meningkatnya perhatian pasar terhadap potensi dampak El Niño terhadap produksi minyak sawit global.
Berdasarkan data tender KPBN, CPO Franco Belawan ditetapkan sebesar Rp15.777/kg, sedangkan FOB Talang Duku berada di level Rp15.577/kg. Sementara itu, tender FOB Boom Baru, Palembang dibuka pada harga Rp15.627/kg, namun berakhir withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi tercatat Rp15.557/kg.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Tipis pada Jumat (17/7), Bursa Malaysia Masih Melemah
Di pasar internasional, kontrak CPO acuan pengiriman Oktober di Bursa Malaysia naik RM39 per ton atau sekitar 0,85% menjadi RM4.636 per ton pada sesi perdagangan siang. Penguatan ini memperpanjang tren positif yang telah berlangsung sejak akhir pekan, seiring naiknya harga energi global dan menguatnya minyak nabati di berbagai bursa utama.
BACA JUGA: PERISAI 2026 Jadi Panggung Inovasi, BPDP Perkuat Ekosistem Inovasi Sawit Berkelanjutan
Sentimen positif juga datang dari pasar China. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian Commodity Exchange menguat 0,51%, sementara kontrak minyak sawit naik lebih tinggi, yakni 1,16%. Di Amerika Serikat, kontrak minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turut menguat 0,06%.
Selain faktor pasar energi dan minyak nabati, pelaku pasar juga kembali mencermati potensi El Niño yang diperkirakan dapat mengurangi produksi minyak sawit di negara produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia apabila kondisi cuaca kering berlangsung lebih lama.
BACA JUGA: Harga CPO Naik Lagi, Bursa Malaysia Sentuh RM4.636 per Ton
Dengan dukungan sentimen global tersebut, harga CPO diperkirakan masih memiliki peluang bertahan pada level tinggi, meski pergerakannya tetap akan dipengaruhi perkembangan permintaan ekspor, harga minyak mentah, serta kondisi cuaca di kawasan Asia Tenggara.
Tender KPBN CPO (Tidak Termasuk PPN) – Senin, 20 Juli 2026
- Franco Dumai: Rp15.777/kg (EUP)
- FOB Talang Duku: Rp15.577/kg (EUP)
- FOB Boom Baru, Palembang: Rp15.627/kg (WD), penawaran tertinggi Rp15.557/kg (PSCOI)
- FOB IPP Pagun/Parba, Kalimantan Barat: Rp15.427/kg (EUP)
- Loco PKS Parindu & Ngabang: Rp15.427/kg (EUP)
- Loco PKS Kembayan: Rp15.327/kg (EUP)
(A3)