AGRICOM, JAKARTA – Pergerakan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada Selasa (28/7/2026) menunjukkan arah yang berbeda antara pasar internasional dan domestik. Di Bursa Malaysia, harga kontrak berjangka CPO kembali melemah untuk hari kedua berturut-turut, sementara di Indonesia harga CPO pada tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) justru mengalami kenaikan.
Mengutip Reuters, harga kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman Oktober 2026 di Bursa Malaysia Derivatives dibuka turun RM27 per ton atau sekitar 0,58% menjadi RM4.646 per ton (US$1.137,61).
Pelemahan tersebut dipengaruhi oleh turunnya harga minyak nabati pesaing, termasuk minyak kedelai, serta melemahnya harga minyak mentah dunia yang mengurangi sentimen positif di pasar minyak nabati.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Melemah Setelah Cetak Level Tertinggi
Sementara itu, di pasar domestik, tender CPO yang diselenggarakan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) berakhir withdraw (WD) dengan penawaran harga tertinggi mencapai Rp15.788 per kilogram.
Dibandingkan penawaran tertinggi pada perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp15.677 per kilogram, harga tersebut meningkat Rp111 per kilogram atau sekitar 0,71%.
Kenaikan harga dalam tender KPBN menunjukkan pasar domestik masih memperoleh dukungan permintaan yang relatif kuat, meskipun pergerakan harga di pasar global sedang berada dalam tekanan.
BACA JUGA: Harga CPO Awal Pekan Tertekan, Tender KPBN Berakhir Withdraw
Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati perkembangan harga minyak nabati pesaing, pergerakan harga energi, serta prospek permintaan dari negara-negara importir utama yang diperkirakan akan menjadi faktor penentu arah harga CPO dalam beberapa hari ke depan. (A3)