Mentan Amran Ajak Pesantren Jadi Sentra Pertanian, Kementan Siapkan Bibit dan Olah Lahan Gratis

Mentan Amran Ajak Pesantren Jadi Sentra Pertanian, Kementan Siapkan Bibit dan Olah Lahan Gratis
Agricom.id

29 July 2026 , 15:07 WIB

Dok. Istimewa/ Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Minggu (26/7).

AGRICOM, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) membuka peluang bagi pondok pesantren untuk menjadi pusat pengembangan pertanian produktif melalui penyediaan bibit gratis, pengolahan lahan tanpa biaya, serta pendampingan budidaya. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi pesantren.

Selengkapnya, komitmen tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Minggu (26/7).

Menurut Amran, pondok pesantren yang memiliki lahan produktif dapat mengajukan bantuan melalui dinas pertanian setempat. Kementan siap memberikan dukungan mulai dari pengolahan lahan hingga penyediaan bibit berbagai komoditas perkebunan.

BACA JUGA: Mentan Amran Percepat Swasembada Gula, Targetkan 3 Juta Ton pada 2029

"Jika ada pesantren yang membutuhkan, kami menyediakan bibit tebu, kakao, kelapa, jambu mete, kopi, dan berbagai komoditas lainnya secara gratis. Pengolahan lahannya juga gratis. Pesantren cukup menyiapkan lahannya, selebihnya akan kami bantu," ujar Amran, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Rabu (29/7).

Ia menilai pesantren memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi sentra produksi pertanian sekaligus menciptakan kemandirian pangan bagi para santri dan masyarakat sekitar.

"Kami ingin pesantren mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Bagi yang memiliki lahan, silakan diusulkan melalui dinas pertanian. Kami akan membantu penanaman dan menyediakan bibit agar lahan pesantren menjadi lebih produktif," katanya.

BACA JUGA: Terima Audiensi Bridgestone Indonesia, Mendag Busan Dukung Penguatan Ekspor dan Investasi Industri Ban

Program tersebut merupakan bagian dari pengembangan sekitar 870 ribu hektare komoditas perkebunan strategis yang tengah dijalankan pemerintah di berbagai daerah. Untuk mendukung program itu, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp9,95 triliun guna penyediaan bibit unggul dan pengembangan perkebunan rakyat.

Amran memastikan stok bibit masih tersedia dan siap disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Program ini sepenuhnya untuk masyarakat. Selama bibit masih tersedia, kami siap menyalurkannya," ujarnya.

BACA JUGA: Mahindra dan RMA Indonesia Hadirkan Traktor OJA 3140, Dukung Modernisasi Pertanian Nasional

Lebih lanjut, Amran menegaskan bahwa keterlibatan pesantren dalam sektor pertanian tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan umat.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga memaparkan strategi pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah sektor pertanian melalui program hilirisasi berbagai komoditas, termasuk kelapa sawit, minyak goreng, ayam, dan telur.

Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci agar hasil pembangunan pertanian tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Harga CPO KPBN Selasa (28/7) Naik ke Rp15.788 per Kg

Selain pengembangan perkebunan rakyat, Amran turut menyoroti percepatan pembangunan sektor pertanian di Papua. Program cetak sawah dan optimalisasi lahan yang semula difokuskan di Papua Selatan kini diperluas ke sejumlah provinsi lain di Tanah Papua menyusul tingginya permintaan dari masyarakat.

"Hingga saat ini kami telah membangun sawah baru dan melakukan optimalisasi lahan sekitar 138 ribu hektare. Awalnya hanya di Papua Selatan, namun kini Papua Pegunungan, Papua Tengah, hingga Papua Barat Daya juga mengajukan program serupa," jelasnya.

Ia menegaskan, seluruh program tersebut dijalankan di atas lahan milik negara maupun masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tujuan meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan warga setempat.

BACA JUGA: BPDP Pacu UMKM Sawit, Kakao, dan Kelapa Naik Kelas Lewat Hilirisasi

"Saudara-saudara kita di Papua juga ingin lebih sejahtera. Mereka bahkan meminta tambahan lahan pertanian agar kehidupan mereka semakin baik. Itu yang terus kami dorong," katanya.

Amran mengungkapkan antusiasme masyarakat Papua terlihat dari permintaan sejumlah kepala suku yang mengusulkan perluasan program cetak sawah di wilayah mereka.

"Saat kami berada di bandara, dua kepala suku datang meminta tambahan lahan sekitar 5.000 hingga 10.000 hektare. Ini menunjukkan masyarakat ingin maju melalui sektor pertanian, dan tentu harus kita dukung bersama," pungkasnya.

Amran optimistis sinergi antara pemerintah, pondok pesantren, masyarakat, dan berbagai elemen umat Islam akan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memperluas basis ekonomi kerakyatan melalui pertanian, pengembangan perkebunan rakyat, hilirisasi, serta perluasan kawasan produksi pangan di berbagai daerah. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library 'monarxprotect-php74.so' (tried: /opt/alt/php74/usr/lib64/php/modules/monarxprotect-php74.so (/opt/alt/php74/usr/lib64/php/modules/monarxprotect-php74.so: cannot open shared object file: No such file or directory), /opt/alt/php74/usr/lib64/php/modules/monarxprotect-php74.so.so (/opt/alt/php74/usr/lib64/php/modules/monarxprotect-php74.so.so: cannot open shared object file: No such file or directory))

Filename: Unknown

Line Number: 0