Kementan memetakan potensi pengembangan tebu hingga 1 juta hektare dengan potensi produktivitas bioetanol sekitar 6.000 liter per hektare. Pengembangan diarahkan tidak hanya pada perluasan areal, tetapi juga peningkatan produktivitas dan kepastian bahan baku bagi industri bioetanol.
AGRICOM, BOGOR — Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat pengembangan komoditas tebu sebagai salah satu sumber bahan baku bioetanol. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.
Dilansir Agricom dari Ditjen Perkebunan, Rabu (23/9). Pengembangan tebu diarahkan dengan memperkuat sektor hulu, mulai dari kesiapan areal, produktivitas, benih, sarana produksi hingga ketersediaan bahan baku yang terhubung dengan kebutuhan industri bioetanol.
BACA JUGA: Mentan Amran Kebut Bioetanol, Siapkan 2 Juta Hektare Tebu, Singkong dan Jagung
Dalam Rapat Terbatas pada 16 September 2026, Presiden mengarahkan pemerintah menyiapkan langkah konkret pengembangan biofuel, termasuk memastikan kesiapan bahan baku dan industri pengolahannya. Menteri Pertanian juga diminta menyiapkan rencana pengembangan, termasuk dari sisi kesiapan lahan.
Arahan tersebut kemudian menjadi bagian dari pembahasan Kementan dalam Rapat Terbatas Pengembangan Bioenergi pada 17 September 2026.
Sebelumnya, Presiden juga menyampaikan pentingnya pemanfaatan sumber daya domestik untuk pengembangan biodiesel dan biofuel guna mengantisipasi potensi dampak krisis energi dan pangan global.
BACA JUGA: Kementan Kejar Swasembada Gula 2027, Siapkan 5,9 Miliar Mata Benih Tebu Unggul
“Untuk antisipasi krisis energi pangan global akibat geopolitik, maka perlu mengolah 30 juta ton CPO dan lain-lain menjadi biodiesel dan biofuel,” ujar Presiden RI pada 9 Maret 2026.
Kementan Petakan Potensi Tebu 1 Juta Hektare
Dalam pengembangan bioetanol, tebu menjadi salah satu bahan baku yang dipersiapkan pemerintah. Kementan memetakan potensi pengembangan areal tebu hingga 1 juta hektare, dengan potensi produktivitas bioetanol sekitar 6.000 liter per hektare.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa pengembangan bioetanol berbasis tebu perlu didukung fondasi hulu yang kuat.
BACA JUGA: Kementan Dorong Hilirisasi Perkebunan dari Hulu, Perkuat Nilai Tambah Pekebun
Ketersediaan lahan yang sesuai, benih bermutu, peningkatan produktivitas, serta dukungan sarana dan teknologi dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.
Pengembangan Tebu Tak Sekadar Perluasan Areal
Sebagai tindak lanjut arahan Presiden dan Mentan, Kementan melalui Direktorat Jenderal Perkebunan menggelar Rapat Pembahasan Pengembangan dan Perluasan Areal Tebu untuk Penyediaan Pabrik Bioetanol pada Sabtu (19/9/2026) di Bogor.
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto mengatakan pengembangan areal tebu tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar peningkatan luas lahan. Menurutnya, aspek kesesuaian lahan, produktivitas, dan keberlanjutan pasokan bahan baku juga perlu menjadi perhatian.
BACA JUGA: Kementan Kejar Swasembada Gula 2027, Siapkan 5,9 Miliar Mata Benih Tebu Unggul
“Pengembangan tebu tidak semata-mata mengejar luasan, tetapi memastikan areal yang dikembangkan sesuai, produktif, dan mampu mendukung ketersediaan bahan baku untuk pengembangan bioetanol,” ujarnya.
Pengembangan areal tebu dilakukan melalui sinergi lintas pihak. Sejumlah pihak yang dilibatkan antara lain PTPN, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Perum Perhutani, RPN, PSEKP, Tenaga Ahli Menteri (TAM) Bidang Pengembangan Pertanian Presisi Prof. Desrial, serta pihak terkait lainnya.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menyelaraskan kesiapan areal, pengembangan budidaya, peningkatan produktivitas, ketersediaan bahan baku, hingga keterhubungannya dengan kebutuhan industri bioetanol.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Selasa (22/9) WD, Bursa Malaysia Turun 0,97%
“Prinsipnya, kita ingin pengembangan tebu dilakukan secara terukur dan terintegrasi dari hulu, sehingga peningkatan areal berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan kesiapan industrinya,” kata Heru.
Tebu Disiapkan untuk Mendukung Energi Berbasis Sumber Daya Domestik
Kementan menyatakan penguatan fondasi hulu dan sinergi lintas pihak menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan sumber daya domestik untuk energi.
Pengembangan tebu diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan bahan baku bioetanol secara berkelanjutan sekaligus mendukung pengembangan energi berbasis komoditas dalam negeri.
BACA JUGA: Wamentan Minta IPB Jadi Motor Inovasi Nasional, Dorong Transformasi Pangan dan Energi Hijau
“Dengan fondasi hulu yang semakin kuat, pengembangan tebu diharapkan mampu mendukung ketersediaan bahan baku bioetanol secara berkelanjutan dan membuka ruang lebih besar bagi pengembangan energi berbasis sumber daya domestik,” pungkas Heru. (A3)
