Harga CPO kontrak Desember 2026 di Bursa Malaysia Derivatives turun 0,97% menjadi RM4.810 per ton. Pelemahan dipengaruhi ekspektasi kenaikan stok, permintaan yang masih lesu, serta penurunan ekspor produk sawit Malaysia.
KUALA LUMPUR, AGRICOM.ID — Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) kontrak pengiriman Desember 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange berbalik melemah pada perdagangan Selasa (22/9/2026). Tekanan harga datang dari ekspektasi peningkatan stok dan permintaan yang masih terbatas.
Dilansir Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Desember 2026 ditutup turun RM47 per ton atau sekitar 0,97% menjadi RM4.810 per ton. Harga tersebut menjadi level penutupan terendah sejak 14 Agustus 2026.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Senin (21/9) Turun 0,84%, Tertekan Ringgit dan Ekspor
Minyak Nabati Pesaing Ikut Memengaruhi
Pergerakan harga minyak nabati lainnya turut memberikan pengaruh terhadap pasar CPO Malaysia. Di Bursa Dalian, kontrak minyak kedelai yang paling aktif tercatat naik 0,54%, sedangkan kontrak minyak sawit Dalian turun 0,49%.
Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) melemah 1,32%.
Perbedaan pergerakan harga minyak nabati tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar dalam menentukan arah harga CPO, mengingat minyak sawit bersaing dengan minyak kedelai dan minyak nabati lainnya di pasar global.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (21/9) Naik 0,08% ke Rp15.721/kg
Ekspor Sawit Malaysia Menurun
Tekanan terhadap harga CPO juga datang dari perkembangan ekspor Malaysia. Sejumlah surveyor kargo memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia selama periode 1–20 September 2026 mengalami penurunan antara 12,8% hingga 24,7% dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.
Penurunan ekspor tersebut menjadi perhatian pasar karena perkembangan pengiriman produk sawit Malaysia dapat memberikan gambaran mengenai tingkat permintaan di pasar internasional.
Selain ekspor, ekspektasi terhadap kenaikan stok juga menjadi faktor yang membatasi pergerakan harga CPO. Kondisi tersebut terjadi ketika permintaan dinilai masih belum cukup kuat untuk menyerap peningkatan pasokan.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO September 2026 Naik 1,10% Jadi USD1.007,51 per Ton
Harga CPO KPBN Turun Rp100 per Kg
Di pasar domestik Indonesia, harga CPO melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada Selasa (22/9/2026) tercatat withdraw (WD).
Harga penawaran CPO tertinggi berada di level Rp15.621 per kilogram. Dengan demikian, harga tersebut turun Rp100 per kilogram atau sekitar 0,64% dibandingkan harga pada Senin (21/9/2026) yang mencapai Rp15.721 per kilogram.
BACA JUGA: Harga Referensi Kakao September 2026 Naik 3,89% Jadi USD5.635,76 per Ton
Pergerakan harga CPO di pasar global dan domestik selanjutnya akan mencermati perkembangan stok, ekspor Malaysia, permintaan minyak nabati, serta perkembangan hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.
Bagi pasar CPO, perkembangan faktor-faktor tersebut akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah perdagangan komoditas sawit dalam jangka pendek. (A3)
