Penebusan pupuk bersubsidi tahun 2026 langsung berjalan sejak pukul 00.00 WIB, dengan 147 transaksi tercatat hanya dalam 16 menit pertama melalui sistem iPubers dan Kartu Tani. Foto: Istimewa
AGRICOM, JAKARTA — Penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2026 langsung berjalan sejak detik pertama pergantian tahun. Hingga pukul 00.16 WIB, tercatat sebanyak 147 transaksi penebusan pupuk subsidi oleh petani di berbagai daerah. Transaksi tersebut terdiri atas 74 penebusan melalui sistem iPubers berbasis KTP dan 73 transaksi menggunakan Kartu Tani.
Capaian ini menegaskan kesiapan sistem penyaluran pupuk bersubsidi yang telah berfungsi optimal sejak awal tahun anggaran. Salah satu transaksi awal dilakukan oleh Salim, anggota Kelompok Tani Timbul Jaya, Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.
Berdasarkan data sistem iPubers, Salim menebus pupuk urea sebanyak 800 kilogram atau setara 16 sak di kios resmi UD Tunggul Makmur, Kecamatan Jeruklegi, pada pukul 00.01.36 WIB. Ia mengaku bersyukur dapat mengakses pupuk bersubsidi tepat di awal tahun.
BACA JUGA:
- Pupuk Bersubsidi Resmi Bisa Ditebus Mulai 1 Januari 2026, Pemerintah Pastikan Stok Aman
“Saya coba menebus pupuk karena kios masih buka, dan ternyata sudah bisa ditebus. Alhamdulillah sangat membantu. Terima kasih Presiden Prabowo, pupuk lancar,” ujar Salim pada Kamis (1/1/2026).
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alamsyah, menegaskan bahwa seluruh penebusan pupuk bersubsidi dilakukan sesuai dengan ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, transaksi sejak pukul 00.00 WIB menjadi bukti kesiapan sistem distribusi di lapangan.
“Sesuai Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117 Tahun 2025, Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi telah diturunkan sekitar 20 persen sebagai bentuk perlindungan terhadap daya beli petani. Transaksi yang tercatat sejak awal tahun menunjukkan sistem iPubers dan Kartu Tani siap digunakan,” ujar Andi, dikutip Agricom.id dari laman Kementan.
BACA JUGA: Wamentan Sudaryono Salurkan Bantuan HKTI Peduli Tahap II Senilai Rp2,4 Miliar untuk Aceh
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kepastian ketersediaan pupuk bersubsidi sejak hari pertama tahun anggaran merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional.
“Kami memastikan pupuk bersubsidi tersedia, tepat waktu, dan mudah diakses petani sejak awal tahun. Ini bagian dari langkah serius pemerintah untuk menjaga stabilitas produksi dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan,” tegas Mentan Amran.
Kementerian Pertanian menilai kelancaran penebusan pupuk bersubsidi sejak pukul 00.00 WIB, kepastian harga sesuai HET, serta kemudahan akses bagi petani menjadi indikator penguatan tata kelola sarana produksi pertanian. Langkah ini diharapkan mampu menopang stabilitas sektor pertanian nasional sekaligus mendukung agenda besar ketahanan dan swasembada pangan. (A3)