Harga CPO di Bursa Malaysia naik lebih dari 1 persen seiring rencana implementasi biodiesel B15, sementara harga domestik di KPBN bertahan stabil di Rp 15.400/kg. Foto: Agricom.id
AGRICOM, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar global memulai pekan ini dengan penguatan, didorong kombinasi sentimen kebijakan energi dan pergerakan minyak nabati pesaing. Optimisme pasar terhadap rencana peningkatan mandat biodiesel di Malaysia menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga.
Dilansir dari Reuters, perdagangan CPO di Bursa Malaysia Derivatives pada Senin (4/5/2026) ditutup menguat lebih dari satu persen. Kontrak berjangka acuan untuk pengiriman Juli 2026 tercatat naik RM50 per ton atau sekitar 1,09 persen, sehingga berada di level RM4.620 per ton, setara sekitar US$1.169,62 per ton.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Kamis (30/4) Menguat Meski WD, Bursa Malaysia Tertekan Jelang Libur Panjang
Kenaikan ini tidak lepas dari rencana pemerintah Malaysia yang akan mulai menerapkan program biodiesel dengan campuran 15 persen berbasis sawit (B15) pada Juni mendatang. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi menekan biaya energi, khususnya untuk bahan bakar solar domestik.
Implementasi program tersebut direncanakan berlangsung bertahap, dengan target peningkatan campuran menjadi 20 persen dalam waktu dekat. Bahkan, dalam dua hingga tiga tahun ke depan, campuran biodiesel berbasis sawit berpotensi ditingkatkan hingga mendekati 50 persen.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik Jadi USD 1.049,58/MT, Bea Keluar Dipatok USD 178
Jika kebijakan ini berjalan sesuai rencana, kebutuhan domestik CPO Malaysia diperkirakan akan meningkat signifikan. Kondisi ini dinilai dapat memperkuat posisi sawit sebagai sumber energi terbarukan utama di kawasan Asia Tenggara, sekaligus menjadi penopang harga di tengah dinamika pasar global.
Bagi pelaku pasar, langkah agresif Malaysia tersebut menjadi katalis positif, terutama saat industri sawit masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi produksi musiman dan ketidakpastian permintaan global.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Melemah Jelang Libur Panjang, KPBN Indonesia Justru Naik
Sementara itu, dari dalam negeri, harga CPO di Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat stabil. Pada Senin (4/5/2026), harga CPO ditetapkan sebesar Rp 15.400 per kilogram, tidak berubah dibandingkan posisi penawaran tertinggi pada Kamis (30/4/2026).
Selain faktor biodiesel, penguatan harga juga mendapat dukungan dari kenaikan minyak kedelai (soyoil) di pasar global. Di Chicago Board of Trade, harga soyoil tercatat naik sekitar 0,36 persen.
BACA JUGA: Sawit sebagai Model Swasembada dan Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi
Pergerakan ini penting karena CPO dan minyak kedelai merupakan komoditas yang saling bersaing dalam pasar minyak nabati global. Kenaikan harga salah satu komoditas biasanya akan turut mengerek harga komoditas lainnya.
Dengan kombinasi sentimen kebijakan energi dan tren positif minyak nabati global, prospek harga CPO dalam jangka pendek dinilai masih memiliki ruang penguatan, meskipun tetap dibayangi faktor fundamental seperti produksi dan permintaan global. (A3)