Tender CPO KPBN Jumat (8/5) Kembali WD, Pasar Sawit Global Masih Menunggu Arah Baru

Tender CPO KPBN Jumat (8/5) Kembali WD, Pasar Sawit Global Masih Menunggu Arah Baru
Agricom.id

09 May 2026 , 14:46 WIB

Tender CPO KPBN kembali berstatus withdraw pada perdagangan Jumat (8/5/2026), sementara pelaku pasar global memilih menunggu data pasokan dan permintaan MPOB pekan depan. Foto: Agricom.id

 

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) kembali berstatus withdraw (WD) pada perdagangan Jumat (8/5/2026), mencerminkan masih terbatasnya aktivitas transaksi di pasar domestik.

Harga penawaran tertinggi CPO tercatat sebesar Rp15.222/kg, atau masih sama dibandingkan perdagangan Kamis (7/5/2026) yang juga berada di level Rp15.222/kg.

BACA JUGA: CPO KPBN Kamis (7/5) Turun ke Rp 15.222/Kg, Bursa Malaysia Lanjutkan Pelemahan Dua Hari Beruntun

Berdasarkan informasi pasar yang diperoleh Agricom.id, harga CPO Franco Dumai dibuka pada level Rp15.275/kg. Namun tender berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi hanya mencapai Rp15.222/kg.

Sementara itu, harga CPO Loco Parindu dibuka Rp14.925/kg dan juga mengalami withdraw, dengan penawaran tertinggi tercatat Rp14.872/kg.

Kondisi serupa terjadi di sejumlah titik lainnya. Loco Ngabang dibuka Rp14.925/kg dan berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp14.872/kg. Sedangkan Loco Kembayan dibuka Rp14.825/kg dengan penawaran tertinggi mencapai Rp14.772/kg EUP.

BACA JUGA: CPO Bursa Malaysia Turun Lagi, Pasar Dibayangi Kenaikan Produksi dan Pelemahan Minyak Nabati Pesaing

Di pasar global, perdagangan CPO di Bursa Malaysia Derivatives masih bergerak dalam fase konsolidasi. Pelaku pasar cenderung mengambil posisi wait and see menjelang rilis data bulanan produksi, ekspor, dan stok minyak sawit dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang dijadwalkan dirilis pekan depan.

Harga kontrak acuan CPO pengiriman Juli 2026 di Bursa Malaysia tercatat stagnan di level RM4.541 per ton pada jeda perdagangan siang Jumat. Secara mingguan, kontrak tersebut telah melemah sekitar 1,03 persen, menandakan investor masih berhati-hati membaca arah pasar jangka pendek.

Tekanan tambahan juga datang dari pasar minyak nabati pesaing. Harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun 1,14 persen, sementara kontrak palm olein di bursa yang sama melemah 0,87 persen.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Jumat (8/5) Tembus Rp 38.454/Kg, Tren Penguatan Berlanjut hingga Akhir Pekan

Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade justru menguat 0,65 persen. Pergerakan yang beragam ini mencerminkan masih bercampurnya sentimen pasar minyak nabati global di tengah ketidakpastian prospek permintaan dan pasokan dunia. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP