Dok. Humas Kementan/Mentan Andi Amran Sulaiman menyerahkan bantuan pertanian secara simbolis saat Gerakan Tanam Program Oplah dan Cetak Sawah Rakyat di Kampung Waninggap Kai, Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026).
AGRICOM, MERAUKE – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan sektor pertanian senilai Rp1,33 triliun kepada Provinsi Papua Selatan guna mempercepat pengembangan kawasan sebagai lumbung pangan di Indonesia timur. Bantuan tersebut difokuskan untuk mendukung modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kesejahteraan petani.
Bantuan diserahkan secara simbolis saat Mentan menghadiri Gerakan Tanam di lokasi Program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Sabtu (4/7/2026).
"Total bantuan untuk Papua Selatan tahun 2026 mencapai Rp1,33 triliun. Seluruhnya diperuntukkan bagi masyarakat agar produksi pertanian meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik," ujar Amran, dikutip Agricom.id dari laman Kementerian Pertanian, Selasa (14/7).
BACA JUGA: Kementan Targetkan Bombana Jadi Sentra Tebu Baru, Pengembangan Capai 1.000 Hektare
Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai program strategis, mulai dari pembangunan lahan dan jaringan irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, pupuk, pestisida, hingga pengembangan subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan. Pemerintah juga memperluas penerapan teknologi modern guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani.
Amran menegaskan pembangunan pertanian di Papua Selatan tidak hanya berorientasi pada perluasan areal tanam, tetapi juga transformasi menuju sistem pertanian modern yang lebih efisien dan berdaya saing. Ia mengapresiasi keterlibatan generasi muda Papua yang kini mengoperasikan berbagai teknologi pertanian, seperti drone, rice transplanter, dan combine harvester.
Menurutnya, pemanfaatan mekanisasi telah mendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) di Merauke menjadi sekitar dua kali tanam per tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang masih berada di kisaran 1,6–1,7 kali tanam. Produktivitas padi juga mengalami peningkatan dari sekitar tiga ton per hektare menjadi empat hingga tujuh ton per hektare di sejumlah lokasi.
BACA JUGA: Kementan Gandeng Kejagung Kawal Hilirisasi Perkebunan, Perkuat Nilai Tambah dan Daya Saing Ekspor
"Penerapan teknologi modern telah meningkatkan hasil panen sekaligus pendapatan petani. Berdasarkan laporan pemerintah daerah, di beberapa wilayah pendapatan petani bahkan meningkat hingga sekitar 300 persen," katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan pertanian di Papua Selatan merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, dan para petani.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua Selatan menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat. Dari sekitar 84 ribu hektare program Cetak Sawah Rakyat di Tanah Papua, sekitar 48 ribu hektare berada di Kabupaten Merauke. Adapun dari total 54 ribu hektare program Optimalisasi Lahan, sekitar 53 ribu hektare juga berada di Merauke.
BACA JUGA: GAPKI Teken MoU dengan Fat and Oil Union of Russia, Bidik Penguatan Ekspor Sawit
Pemerintah daerah mencatat kedua program tersebut telah meningkatkan luas tanam, produktivitas, dan produksi pangan secara signifikan. Dengan potensi lahan pertanian mencapai sekitar 1,2 juta hektare, Merauke diproyeksikan menjadi salah satu sentra produksi pangan nasional sekaligus memperkuat posisi Papua Selatan sebagai lumbung pangan di kawasan Indonesia timur.
Ke depan, Kementerian Pertanian akan terus memperluas penerapan mekanisasi, meningkatkan pendampingan kepada petani, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal guna memastikan transformasi pertanian di Papua Selatan berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. (A3)