Dok. Agricom/Harga penawaran CPO di KPBN naik menjadi Rp15.589/kg pada Rabu (8/7/2026), meski seluruh tender masih berakhir withdraw. Di saat yang sama, kontrak CPO Bursa Malaysia ditutup menguat ke level tertinggi dalam dua pekan.
AGRICOM, JAKARTA – Harga penawaran minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (8/7/2026). Meski demikian, seluruh tender masih berakhir dengan status withdraw (WD).
Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id, harga penawaran tertinggi CPO mencapai Rp15.589/kg, meningkat sekitar Rp101/kg atau 0,65% dibandingkan penawaran tertinggi pada Selasa (7/7/2026) yang sebesar Rp15.488/kg.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Selasa (7/7) Menguat 0,82%, Bursa Malaysia Ditutup Melemah Tipis
Untuk tender Franco Dumai, harga pembukaan ditetapkan sebesar Rp15.650/kg, namun berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.589/kg. Sementara itu, tender FOB Talang Duku dibuka pada Rp15.520/kg dan ditutup withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.314/kg. Adapun tender Loco PKS Parindu & Ngabang dibuka di level Rp15.300/kg, dengan penawaran tertinggi Rp15.138/kg sebelum akhirnya juga berstatus withdraw.
Untuk komoditas turunan, harga Crude Palm Kernel Oil (CPKO) tercatat sebesar Rp30.350/kg untuk Franco Dumai, Rp29.600/kg untuk FOB Palembang, dan Rp29.552/kg untuk FOB Lampung.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton
Sementara itu, harga Palm Kernel (PK) di sejumlah lokasi tercatat Rp13.727/kg di Loco PKS Pagar Merbau, Rp13.599/kg di Loco PKS Kuala Sawit, dan Rp13.683/kg di Loco PKS Sawit Seberang.
Di pasar internasional, kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives juga melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu. Mengutip Reuters, kontrak acuan pengiriman September 2026 ditutup naik RM61 per ton atau sekitar 1,34% menjadi RM4.608 per ton, sekaligus menjadi level penutupan tertinggi sejak 24 Juni 2026.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Sentuh Level Tertinggi Dua Pekan
Penguatan harga didorong oleh kenaikan harga minyak nabati global. Di Bursa Dalian, kontrak minyak kedelai (soyoil) naik 0,61%, sedangkan kontrak minyak sawit menguat 0,38%. Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) melonjak 2,19%, sehingga memberikan sentimen positif terhadap pergerakan harga CPO.
Pelaku pasar juga mulai melakukan position squaring menjelang rilis laporan bulanan produksi, stok, dan ekspor minyak sawit dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB). Laporan tersebut diperkirakan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan harga CPO global dalam jangka pendek. (A3)