Dok. Agricom/Harga CPO KPBN turun Rp60 per kilogram menjadi Rp15.485/kg pada Jumat (3/7/2026), sejalan dengan pelemahan kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia yang masih dibayangi ekspektasi peningkatan produksi dan stok.
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar domestik kembali mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (3/7/2026), sejalan dengan pelemahan harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia yang masih berada di bawah tekanan sentimen pasokan global.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Agricom.id dari PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), harga CPO ditetapkan sebesar Rp15.485 per kilogram, turun Rp60 per kilogram atau sekitar 0,39 persen dibandingkan perdagangan Kamis (2/7/2026) yang berada di level Rp15.545 per kilogram.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Naik ke Rp15.545/Kg Pada Kamis (2/7), Pasar Global Masih Menanti Laporan MPOB
Untuk rincian harga di sejumlah titik penyerahan, CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp15.485 per kilogram, CPO FOB Talang Duku sebesar Rp15.285 per kilogram, dan CPO Franco Teluk Bayur sebesar Rp15.355 per kilogram.
Sementara itu, harga crude palm kernel oil (CPKO) dengan skema FOB Palembang tercatat sebesar Rp29.100 per kilogram.
Di segmen produk inti sawit, harga palm kernel (PK) di Loco PKS Bunut ditetapkan sebesar Rp12.772 per kilogram. Sementara itu, penawaran Loco PKS Talang Lebar berstatus withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi tercatat sebesar Rp11.600 per kilogram.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Turun 1,4% Sepekan, KPBN Turun ke Rp15.485/Kg pada Perdagangan Jumat (3/7)
Di pasar global, harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives juga melanjutkan pelemahan pada perdagangan Jumat. Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh meningkatnya ekspektasi produksi serta potensi kenaikan stok minyak sawit yang menekan prospek harga dalam jangka pendek.
Mengutip Reuters, kontrak CPO acuan pengiriman September 2026 turun RM7 per ton atau sekitar 0,16 persen menjadi RM4.499 per ton pada jeda perdagangan siang. Pelemahan tersebut membuat kontrak acuan telah terkoreksi sekitar 1,4 persen sepanjang pekan ini.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton
Tekanan terhadap harga juga datang dari pasar minyak nabati lainnya. Di Bursa Dalian, Tiongkok, kontrak minyak kedelai yang paling aktif turun sekitar 0,2 persen, sementara kontrak minyak sawit melemah lebih dalam sekitar 0,95 persen, mencerminkan masih lemahnya sentimen di pasar komoditas nabati.
Sementara itu, perdagangan di Chicago Board of Trade (CBOT) tidak berlangsung pada Jumat karena libur nasional Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, sehingga pasar kehilangan salah satu acuan utama untuk pergerakan minyak nabati global.
BACA JUGA: HPE Kakao Juli 2026 Naik 3,83 Persen, Pasokan Afrika Barat Masih Terganggu
Pelaku pasar kini menantikan data produksi, ekspor, dan persediaan minyak sawit dari Malaysia yang diperkirakan akan menjadi katalis utama bagi arah pergerakan harga pada pekan mendatang. Selain itu, perkembangan permintaan dari negara-negara importir utama, khususnya India dan Tiongkok, juga akan terus menjadi perhatian pelaku industri dalam menentukan prospek harga CPO global. (A3)