AGRICOM, JAKARTA – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memperkuat transformasi digital dan tata kelola perusahaan melalui peluncuran Integrated Procurement System (IPS), sebuah platform digital yang dirancang untuk mengintegrasikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa secara lebih transparan, efisien, akuntabel, dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Kehadiran IPS menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mempercepat digitalisasi proses bisnis sekaligus memperkokoh implementasi Good Corporate Governance (GCG) di seluruh lini operasional. Melalui sistem ini, seluruh tahapan pengadaan, mulai dari perencanaan kebutuhan, proses seleksi penyedia, pengendalian, hingga dokumentasi, dilakukan secara terintegrasi sehingga lebih cepat, kompetitif, dan terdokumentasi dengan baik.
Implementasi IPS juga menjadi bagian dari komitmen Agrinas Palma Nusantara dalam memperluas peluang usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta penyedia barang dan jasa lokal, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan. Sejalan dengan semangat keterbukaan, perusahaan membuka kesempatan bagi calon mitra untuk melakukan pendaftaran maupun pengkinian data vendor melalui laman https://ips.agrinaspalma.co.id/vendors.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Mohammad Abdul Ghani, menegaskan bahwa implementasi IPS bukan sekadar menghadirkan sistem digital baru, melainkan merupakan bagian dari transformasi menyeluruh dalam membangun perusahaan yang profesional, berintegritas, dan memiliki daya saing tinggi.
Menurutnya, seluruh proses pengadaan harus dijalankan secara transparan, akuntabel, profesional, serta berbasis sistem sehingga mampu meminimalkan potensi intervensi dan memperkuat integritas perusahaan.
Ia menambahkan, setiap keputusan bisnis juga harus mengacu pada prinsip Business Judgement Rule, didukung kajian yang komprehensif, mitigasi risiko, penerapan asas kehati-hatian, serta bebas dari benturan kepentingan.
BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Penyaluran Ratusan Hewan Kurban
"Semakin banyak penyedia yang berpartisipasi, termasuk UMKM dan pelaku usaha lokal, maka akan tercipta persaingan yang sehat sehingga perusahaan memperoleh kualitas terbaik dengan biaya yang lebih efisien," ujar Ghani, dalam keterangan yang diperoleh Agricom.id, Selasa (7/7).
Direktur SDM dan Umum PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Erry Herman, menjelaskan bahwa IPS menghadirkan mekanisme pengadaan yang lebih efektif melalui sistem yang saling terintegrasi dan pembagian kewenangan yang lebih jelas antara kantor pusat dan regional.
Menurutnya, seluruh proses pengadaan kini dapat dipantau secara real time, terdokumentasi dengan baik, serta berlangsung lebih cepat karena setiap unit memiliki batas kewenangan yang jelas sesuai tanggung jawab masing-masing.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Menguat di Awal Pekan, Naik Rp429/Kg
"Dengan sistem ini, proses pengadaan menjadi lebih cepat, tepat sasaran, transparan, sekaligus tetap berada dalam koridor tata kelola perusahaan yang baik," kata Erry.
Sementara itu, Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Seger Budiarjo, mengatakan pengembangan IPS akan terus dilakukan secara bertahap agar mampu mengakomodasi kebutuhan operasional perusahaan yang terus berkembang.
"Integrated Procurement System merupakan fondasi transformasi digital pengadaan di Agrinas Palma Nusantara. Pengembangan sistem ini akan terus dilakukan melalui penyempurnaan modul, data, serta fitur pendukung agar semakin adaptif terhadap kebutuhan operasional perusahaan. Kami optimistis sistem yang terintegrasi ini akan menciptakan proses pengadaan yang semakin efektif, efisien, transparan, sekaligus memberikan kemudahan bagi penyedia barang dan jasa, termasuk UMKM dan mitra usaha lokal, untuk berpartisipasi dalam rantai pasok perusahaan," ujar Seger.
BACA JUGA: Kementan Gandeng Kejagung Kawal Hilirisasi Perkebunan, Perkuat Nilai Tambah dan Daya Saing Ekspor
Ke depan, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) akan terus mengembangkan sistem digital yang terintegrasi untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan, serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional melalui pengelolaan perusahaan yang modern, profesional, transparan, dan berkelanjutan. (A3)