Harga CPO KPBN Turun ke Rp15.362/Kg, Sementara Bursa Malaysia Menguat Ditopang Kenaikan Minyak Nabati Global

Harga CPO KPBN Turun ke Rp15.362/Kg, Sementara Bursa Malaysia Menguat Ditopang Kenaikan Minyak Nabati Global
Agricom.id

07 July 2026 , 14:41 WIB

Dok. Agricom/Harga CPO di tender KPBN Inacom kembali berstatus withdraw pada Senin (6/7/2026), sementara kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia menguat didukung reli minyak kedelai CBOT dan palm olein Dalian.

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dalam tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) kembali berstatus withdraw (WD) pada perdagangan Senin (6/7/2026). Penawaran tertinggi tercatat sebesar Rp15.362 per kilogram, turun Rp123 per kilogram atau sekitar 0,79% dibandingkan perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp15.485 per kilogram pada Jumat (3/7/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id, tender CPO Franco Dumai dibuka pada level Rp15.600 per kilogram, namun tidak mencapai transaksi sehingga berakhir dengan status withdraw. Penawaran tertinggi pada tender tersebut tercatat sebesar Rp15.362 per kilogram.

Sementara itu, tender FOB Talang Duku dibuka di level Rp15.470 per kilogram, tetapi juga berakhir dengan status withdraw setelah penawaran tertinggi hanya mencapai Rp15.203 per kilogram. Adapun harga CPO Loco Sei Tapung ditetapkan sebesar Rp15.361 per kilogram.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Jumat (3/7) Turun ke Rp15.485/Kg, Bursa Malaysia Lanjutkan Pelemahan

Berbeda dengan kondisi di pasar domestik, kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives justru ditutup menguat pada perdagangan yang sama. Kenaikan tersebut didorong oleh sentimen positif dari penguatan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) serta reli kontrak palm olein di Bursa Komoditas Dalian, Tiongkok.

Menguatnya pasar minyak nabati global mendorong optimisme pelaku pasar sehingga mayoritas kontrak CPO Malaysia berakhir di zona hijau.

BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Menguat Didorong Reli Minyak Nabati Global

Mengutip Bernama, kontrak CPO pengiriman Juli 2026 naik RM46 menjadi RM4.485 per ton. Kontrak Agustus 2026 menguat RM65 menjadi RM4.523 per ton, sedangkan kontrak September 2026 mencatat kenaikan terbesar dengan bertambah RM70 menjadi RM4.550 per ton.

Penguatan berlanjut pada kontrak Oktober 2026 yang naik RM67 menjadi RM4.572 per ton. Sementara itu, kontrak November 2026 meningkat RM61 menjadi RM4.594 per ton, dan kontrak Desember 2026 ditutup naik RM57 ke level RM4.616 per ton.

BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Digitalisasi Pengadaan Lewat IPS, UMKM Lokal Dapat Akses Lebih Luas ke Rantai Pasok

Di tengah kenaikan harga, aktivitas perdagangan mengalami sedikit perlambatan. Volume transaksi turun menjadi 59.610 lot dari 71.942 lot pada sesi sebelumnya, sedangkan posisi open interest menyusut tipis dari 289.382 kontrak menjadi 288.418 kontrak.

Di pasar fisik Malaysia, harga CPO untuk pengiriman Juli di wilayah Selatan Malaysia juga mengalami kenaikan sebesar RM50 dan ditutup pada level RM4.520 per ton.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton

Perbedaan arah pergerakan antara pasar domestik Indonesia dan Bursa Malaysia menunjukkan bahwa harga CPO di dalam negeri masih dipengaruhi dinamika tender serta faktor permintaan lokal, sementara pasar global memperoleh dukungan dari penguatan harga minyak nabati, terutama minyak kedelai dan palm olein. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP