AGRICOM, JAKARTA – Harga karet di bursa SGX-Sicom kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Harga karet tercatat sebesar 213,9 sen AS per kilogram atau setara Rp38.307 per kilogram, menggunakan kurs Rp17.909 per dolar AS.
Dibandingkan perdagangan Senin (6/7/2026) yang berada di level Rp37.813 per kilogram, harga karet mengalami kenaikan Rp494 per kilogram. Penguatan ini memperpanjang tren positif setelah pasar berhasil bangkit dari tekanan yang mewarnai perdagangan pada akhir Juni lalu.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, mengatakan penguatan harga selama dua hari berturut-turut menjadi sinyal bahwa pasar mulai keluar dari fase konsolidasi yang berlangsung sejak akhir Juni.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Menguat di Awal Pekan, Naik Rp429/Kg
"Setelah rebound pada awal pekan, harga karet global kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa. Harga KKK 100% naik Rp494 per kilogram menjadi Rp38.307 per kilogram, memperkuat sinyal bahwa pasar mulai keluar dari fase konsolidasi," ujar Rudi, dalam keterangan yang diterima Agricom.id, Selasa (7/7).
Menurutnya, kenaikan yang terjadi secara beruntun menunjukkan minat beli mulai kembali meningkat. Meskipun harga masih berada di bawah level psikologis Rp40.000 per kilogram, tren pemulihan dinilai semakin nyata dengan pergerakan harga yang kembali mendekati kisaran Rp39.000 per kilogram.
Rudi menjelaskan, pola pergerakan harga sejak penutupan perdagangan pekan lalu hingga awal pekan ini membentuk pola rebound yang diikuti penguatan lanjutan. Kondisi tersebut mengindikasikan momentum positif mulai terbentuk di pasar karet internasional.
"Apabila tren penguatan ini terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan, peluang harga untuk kembali menguji level Rp39.000 hingga Rp40.000 per kilogram akan semakin terbuka," katanya.
BACA JUGA: HPE Kakao Juli 2026 Naik 3,83 Persen, Pasokan Afrika Barat Masih Terganggu
Meski prospek harga mulai membaik, Rudi tetap mengingatkan para petani agar menjaga kualitas bahan olah karet (bokar). Menurutnya, mutu bokar yang baik akan memberikan nilai jual yang lebih tinggi sehingga petani dapat memperoleh manfaat maksimal dari kenaikan harga di pasar global.
"Momentum pemulihan mulai terlihat. Namun, menjaga mutu bokar tetap menjadi kunci agar petani memperoleh harga jual yang optimal," pungkasnya.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton
Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100%: Rp38.307/Kg
- KKK 70%: Rp26.815/Kg
- KKK 60%: Rp22.984/Kg
- KKK 50%: Rp19.154/Kg
- KKK 40%: Rp15.323/Kg
- KKK 30%: Rp11.492/Kg
BACA JUGA: Kementan Gandeng Kejagung Kawal Hilirisasi Perkebunan, Perkuat Nilai Tambah dan Daya Saing Ekspor
Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)